Pendidikan & Kesehatan

PPDB di Gresik Dilarang Ada Pungutan

Seorang siswi sedang menjalani seleksi tahfidz melalui jalur prestasi di hadapan panitia seleksi PPDB masuk SMPN.

Gresik (beritajatim.com) – Selama pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SDN maupun SMPN di Kabuaten Gresik tak boleh ada pungutan. Penegasan ini disampaikan oleh Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani).

Bupati termuda pertama di Kabupaten Gresik itu juga menyatakan kalaupun ada pungutan. Warga dipersilahkan melapor saat melakukan proses PPDB.

“Proses PPDB sedang berlangsung, saya berharap ke depan tidak ada pungutan terhadap penerimaan murid. Kita lebih terbuka,” ujarnya, Rabu (2/06/2021).

Gus Yani menambahkan, dalam pelaksanaan PPDB berjalan lancar dan terbuka tidak ada pungutan di seluruh SD dan SMP. Tidak ada lagi suara-suara dari para wali murid terkait adanya pungutan dalam penerimaan.

“Kalau ada laporkan ke saya, bisa ke bu Wabup. Sanksi tegas akan kita berikan,” imbuhnya..

Pelaksanaan PPDB kali ini pihaknya lebih terbuka. Dimana regulasinya jelas, seluruh prestasi pelajar diberikan poin. Mulai jalur akademik dan dan non akademik, seperti prestasi di bidang musik, olahraga, tahfidz diberikan poin.

“Bagi staf di lapangan, baik itu dinas atau lembaga, jika benar-benar ada laporan dari masyarakat menggunakan kewenangan tidak seusai aturan, akan diberikan sanksi baik sanksi ringan berupa peringatan maupun sanksi berat tentunya penundaan kenaikan pangkat,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten (Kadispendik) Gresik, Mahin menyatakan PPDB tegas dengan sistem zonasi, mengacu prosedur dan aturan yang ada.

“Apabila para pendaftar sampai melakukan hal yang tidak punya integritas. Kalau ada temuan atau laporan, yang bersangkutan baik itu pendaftar masyarakat melakukan kecurangan manipulasi bisa digugurkan,”tutupnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar