Pendidikan & Kesehatan

PPDB 2020, Kuota SMA/SMK Negeri Sebanyak 248.986

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menyediakan sebanyak 248.98 dalam Penerimana Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK negeri tahun 2020.

Jumlah tersebut tersebar ke 715 sekolah di Jawa Timur. Pada tahap 1 PPDB pun sebanyak 57.695 siswa telah mendaftarkan diri hingga Selasa(16/6/2020) pukul 13.15 WIB

Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, Alfian Majdie mengungkapkan, pada tahap 1 PPDB sebanyak 57.695 siswa yang telah mendaftar pada Selasa siang.

Dengan rincian, 23.968 siswa mendaftar ke SMA negeri dan 33.727 siswa mendaftar ke SMK negeri. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga Selasa (16/6) pukul 23.59. Pasalnya untuk tahap 1, Dindik telah menyediakan sebanyak 25 persen kuota atau sekitar 62.247 pada jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua dan jalur prestasi lomba.

“Jika di tahap 1 ada sisa pagu maka akan kita tambahkan ke tahap 2 dijalur zonasi. Begitupun ketika tahap 2 masih belum terpenuhi makan akan kita tambahkan ke tahap 3 di jalur gabungan rerata nilai dan nilai UN sekolah tahun 2019. Tapi jika tahap 3 masih sisa pagu ini akan terhitung kursi kosong. Dan kita tidak menyediakan gelombang dua atau tahapan lain nya untuk PPDB,” jelas Alfian.

Jika hal tersebut terjadi, kata Alfian maka akan menjadi evaluasi PPDB di tahun kedepan dalam membuka rombongan belajar (rombel). Sedangkan pengumumn tahap 1 akan dilakukan pada tanggal 19 Januari pukul 01.00 wib (dini hari).

Hingga saat ini total 274.765 siswa melakukan pengajuan PIN. Dari jumlah itu 271.541 siswa PIN terverifikasi.

“Untuk berkas yang dikembalikan karena kurang berkas atau salah upload jumlahnya sudah sangat kecil, dan sudah ditangani dan dipandu langsung secara online oleh Operator kami melalui ppdbjatimnet,” katanya.

Karena itu, Alfian meminta agar masyarakat maupun calon peserta didik lebih tenang dan tidak perlu panik. Pastikam berkas yang diupload sesuai dengan kebutuhan sistem. Sebab, jika tidak sesuai akan mengakibatkan penundaan atau bahkan pengembalian berkas ketika di verifikasi.

Sementara itu, aktifitas pelayanan informasi PPDB untuk tahap 1 tidak terlihat di SMAN 16 Surabaya. Hal ini menurut Waka Humas, Abdul Razzaq Thahir sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, yang membatasi aktifitas pelayanan PPDB untuk masyarakat.

“Kami tidak melayani informasi PPDB di sekolah. Karena call center pusat. Sekarang ini kita di tahap verifikasi dan validasi berkas. Sekitar 1500 siswa yang berkasnya sudah terveridikasi dan tervalidasi di SMA kami. Tapi jumlah tersebut belum tentu sepenuhnya daftar ke kami,” papar waka yang akrab disapa Reza ini.

Ditambahkan Reza, PPDB tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya. Selain ada kuota untuk anak tenaga kesehatan, dan anak guru, pegawai BUMN, BUMD dan pegawai dari perusahaan yang punya cabang. Juga fungsi PIN yang bisa digunakan untuk jenjang daftar SMK, meskipun di pilihan awal jenjang SMA.

“Jadi kalau di daftar SMA di tahap satu tidak lolos, PIN mereka bisa daftar ke SMK. Atau juga bisa ikut tahap 2 dan 3 dalam PPDB. Hanya saja di SMK ini ada perbedaan detail soal persyaratan seperti surat sehat dan keterangan tidak buta warna,” pungkas dia. [but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar