Pendidikan & Kesehatan

PP IKA ITS dan Direktorat Kemahasiswaan ITS Latih Mahasiswa Jadi Relawan Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Seolah menepis stigma sebagai kampus teknik yang fokus pada urusan teknik, Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (PP IKA) ITS, melalui Kompartemen Kebencanaan dan Kompartemen Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS menyelenggarakan ‘Pelatihan Relawan Mahasiswa ITS Program Pendampingan dan Edukasi Peduli Covid-19’.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 14-15 Agustus 2020 di gedung Student Advisory Center (SAC) kampus ITS Sukolilo ini dikuti oleh dua puluhan mahasiswa aktif ITS dari berbagai fakultas.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor 1 (WR 1) ITS, Prof. Dr. Ir. Adi Soeprijanto, M.T. Dosen Departemen Teknik Elektro ini mengatakan, bahwa Kampus dan Civitas Akademika dalam kondisi pandemi Covid-19 memiliki andil dan peran langsung untuk bersama-sama berjuang dengan masyarakat melalui masa pandemi.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan mulia, untuk memberikan dampak langsung ke masyarakat umum. Selain itu, acara ini juga ikut dibuka oleh sejumlah perwakilan dari IKA ITS, di antaranya adalah Mujiaman, Ketua harian IKA ITS.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur PDAM Kota Surabaya ini menegaskan bahwa Alumni ITS siap mendukung dan melakukan sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk membantu penanganan bencana khususnya di Kota Surabaya.

Pernyataan tersebut juga diamini oleh Fadjroel Rahman, aktivis pergerakan yang saat ini menjabat sebagai juru bicara presiden. Hadir memberikan wawasan kebangsaan secara daring, Doktor Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Indonesia ini menyampaikan bahwa kehadiran para relawan saat ini sangat membantu Tim Satgas Pengendalian Covid-19 maupun Tim Satgas Pemulihan Ekonomi.

“Dan, sebagai bagian dari lima pilar penanganan Covid-19, keterlibatan kampus, civitas akademika dan para alumninya sangat dibutuhkan oleh negara,” jelasnya dalam rilis yang diterima┬áberitajatim.com, Minggu (16/8/2020).

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan secara teori maupun praktik. Materi-materi tersebut meliputi pengenalan terhadap Covid-19, protokol penanganan, sampai praktik dan simulasi teknik-teknik penanggulangan bencana berbasis komunitas.

Menggandeng pemateri-pemateri berpengalaman seperti Dr dr Christijogo Sumartono SpAn (Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga), Mucharam, SKep, Ns, Mkep (PPI RSUD dr Soetomo), dan TFK (Task Force Kemanusiaan) Kantin ITS yang sudah berpengalaman dalam pengorganisasian penanggulangan bencana, acara ini sangat menarik animo dari sekitar dua puluhan mahasiswa yang menjadi peserta.

Yeyes Mulyadi, S.T., M.Sc., Ph.D, perwakilan dari Ditmawa ITS sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa yang mengikuti program ini.

“Banyak sekali ide-ide segar dari peserta yang bahkan membuat kagum para pembicara kita,” katanya.

Agar menghasilkan apresiasi dan manfaat secara nyata, selain memberikan Sertifikat untuk Satuan Kredit Ekstrakulikuler Mahasiswa (SKEM), ITS juga akan berupaya memfasilitasi ide-ide segar tersebut. “Kami akan carikan dosen pembimbing yang tepat, agar ide-ide segar ini bisa segera diimplementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat, dan tentunya akan kami arahkan juga untuk diikutkan dalam PKM agar bisa sampai ke tingkat nasional dan memberi dampak lebih luas,” pungkas dosen Fakultas Teknologi Kelautan ini penuh semangat. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar