Pendidikan & Kesehatan

Positif Covid-19, Seorang Tunawisma di Bojonegoro Butuh Dukungan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Salah seorang warga Desa Campurrejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro terkonfirmasi positif Covid-19. Kini perempuan berinisial SR (56) itu menjalani isolasi di shelter Dander Park. Dia mulai menjalani isolasi sejak Sabtu (6/2/2021) malam.

Setelah dilakukan tracing oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Desa Campurrejo, diketahui kondisi pasien sangat memprihatinkan. Tim Gugus Tugas Desa berusaha melacak keberadaan keluarganya, namun belum diketahui.

Sekian lama, SR hidup sebatang kara di rumah gedek yang didirikan di atas tanah milik tetangga. Sebelumnya, dia mengaku memiliki sebidang tanah dan rumah. Namun, dia tertipu oleh orang yang meminjam sertifikatnya untuk mengambil utang di bank dan tidak dibayarkan.

“Keseharian dia biasanya bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah warga. Dia tidak punya rumah dan tunawisma,” ujar Kepala Desa Campurrejo Edi Sampurno, Senin (8/2/2021).

Dengan kondisinya yang sekarang terkena Covid-19, dia sudah beberapa hari tidak bekerja dan tidak mendapat pemasukan. Sehingga pihak desa berusaha memberikan kebutuhan sehari-hari untuk SR. Seperti peralatan mandi, pakaian, serta kebutuhan selama menjalani isolasi.

“Desa harus hadir dalam kasus tersebut, karena yang bersangkutan memang tidak memiliki apa-apa. Sementara di shelter hanya menyediakan makan,” ujar Edi.

Edi mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan agar bisa membantu warganya yang tidak mampu dan sedang terkonfirmasi Covid-19 tersebut. Apalagi, pasien juga memiliki komorbit diare, dan dari segi fisik sudah terlihat sakit-sakitan. “Saat ini pemerintah desa masih berkomunikasi dengan Dinkes,” ungkapnya.

Sementara Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin mengatakan, selama karantina kebutuhan makan sehari-hari pasien Covid-19 ditanggung Dinkes. “Sementara untuk keluarganya, sebentar saya kroscek ke dinsos,” ujarnya. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar