Pendidikan & Kesehatan

Positif Covid-19 Jatim Naik Lagi Jadi 474, Surabaya 228 Positif

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 14 April 2020 pukul 19.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 14931 orang, 1.498 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 (coronavirus) 474 orang.

“Jadi, total 474 orang yang positif Covid-19 di Jatim, ada tambahan 36 orang. Yang sembuh bertambah 5 menjadi 81 orang dan meninggal tambah 5 menjadi 45 orang. Zona merah tetap 33 daerah,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (14/4/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 474 orang di Jatim itu terdiri dari 228 dari Surabaya, 13 Kabupaten Malang, 8 Kota Malang, 2 Kota Batu, 10 dari Magetan, 45 dari Sidoarjo, 12 Kabupaten Kediri, 7 Kota Kediri, 18 Gresik, 2 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 8 Lumajang, 4 Jember, 11 Situbondo, 1 Bondowoso, 3 Banyuwangi, 5 Pamekasan, 14 Tulungagung, 7 Jombang, 9 Nganjuk, 3 Kabupaten Madiun, 6 Ponorogo, 1 Trenggalek, 25 Lamongan, 4 Bangkalan, 1 Pacitan, 4 Bojonegoro, 3 Tuban, 10 Kabupaten Pasuruan, 2 Kota Pasuruan, 4 Kabupaten Probolinggo, 2 Kota Probolinggo dan 1 Kabupaten Mojokerto.

Dari data tersebut, ada 45 pasien yang meninggal, yakni 1 di Kabupaten Malang, 23 di Surabaya, 6 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 2 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 1 Kabupaten Blitar dan 1 Tuban.

Ada 81 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 11 dari Malang, 1 Kota Batu, 39 dari Surabaya, 5 dari Sidoarjo, 2 dari Gresik, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 1 Jember, 2 Kota Kediri, 5 Situbondo, 1 Tulungagung, 1 Kabupaten Madiun dan 1 Banyuwangi.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan Covid-19.

“Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis. Gunakan masker setiap keluar rumah,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar