Pendidikan & Kesehatan

Positif Covid-19 di Sumenep Bertambah 14 Orang, 1 Balita

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya

Sumenep (beritajatim.com) – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumenep kembali bertambah. Hari ini langsung bertambah 14 orang.

“Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumenep mencapai 51 orang, setelah malam ini bertambah 14 orang. Ini tambahan terbanyak selama masa pandemi,” kata Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, Rabu (24/6/2020).

Ia memaparkan, tambahan 14 pasien positif tersebut, 5 diantaranya klaster yang disebut sebagai sebuah perusahaan swasta. Mereka adalah pasien nomor 38, 39, 43, 45, dan 46. Semuanya warga Kecamatan Lenteng.

Selain itu, dari tambahan pasien positif tersebut 3 lainnya merupakan tenaga kesehatan di Pusmesmas Bluto, Batang-batang, dan Kalianget. “Pasien nomor 40 adalah dokter di Puskesmas Bluto, kemudian pasien nomor 41 adalah tenaga kesehatan di Puskesmas Batang-batang, dan pasien nomor 42 adalah tenaga kesehatan di Puskesmas Kalianget,” terang Ferdiansyah.

Namun data pasien nomor 42 tersebut sempat diprotes oleh beberapa netizen yang menyampaikan bahwa pasien tersebut bukan tenaga kesehatan di Puskesmas Kalianget, melainkan pasien yang dirawat di Puskesmas.

Kemudian dari tambahan 14 pasien positif Covid-19 tersebut, satu diantaranya masih berumur 3 tahun, yakni pasien nomor 44 asal Kecamatan Kalianget. “Pasien tersebut mengikuti rapid tes di Kalianget pada 5 Juni 2020. Ternyata hasilnya reaktif. Kemudian dilanjutkan dengan swab, dan hasilnya positif Covid-19,” terang Ferdiansyah.

Ia menerangkan, ada tiga pasien yang merupakan pasien rawat jalan poli paru RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep, yakni pasien nomor 47, 48, dan 49. “Ketika dilakukan rapid test, hasilnya reaktif. Dilanjutkan dengan swab, hasilnya positif,” ujarnya.

Virus Corona Covid-19

Sedangkan pasien nomor 51 merupakan istri pasien nomor 37, warga Kecamatan Kota Sumenep yang berprofesi sebagai wirausahawan, dan saat ini tengah dirawat di ruang isolasi Covid-19.

Dari tambahan 14 pasien positif, ada 1 pasien yang meninggal, yakni pasien nomor 50. Tanggal 16 Juni masuk RSUD, kemudian menjalani rapid test dengan hasil reaktif. “Pasien tersebut kemudian di swab. Tapi sebelum hasil swab keluar, pasien telah meninggal dunia. Setelah meninggal, hasil swab keluar ternyata positif Covid-19,” ungkap Ferdiansyah.

Ia meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, rajin cuci tangan, hindari kerumunan, dan jaga jarak. “Sebaiknya stay at home, kecuali ada kepentingan mendesak. Kalau terpaksa harus keluar rumah, patuhi protokol Covid-19,” pungkasnya. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar