Pendidikan & Kesehatan

Positif Bertambah 163 Orang, Perusahaan di Gresik Diberi Kebebasan Cegah Covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III masih berlangsung. Namun, jumlah pasien yang terpapar positif Covid-19 malah menjadi 163 orang.

Karena itu, Pemkab Gresik terus memperketat penanganan virus covid. Salah satunya, memberi keleluasan memperketat penanganan covid-19. Sebab mereka harus menerapkan disiplin protokol kesehatan. Jangan sampai penanganan di perusahaan diambil alih satgas kabupaten.

Satgas Ekonomi Penanganan Covid-19 Gresik, Ida Lailatus mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ini terus keliling perusahaan. Terutama perusahaan dengan kategori jumlah karyawan besar.

“Secara garis besar perusahaan sudah menerapkan disiplin protokol kesehatan. Malah diperketat dengan closed circuit television (cctv). Rata-rata sudah siap. Mulai dari pemeriksaan di pintu keluar masuk hingga cctv yang dikonekan dengan ruang satgas perusahaan,” katanya, Sabtu (30/05/2020).

Terkait dengan itu, lanjut Ida Lailatus, pihaknya tidak ingin Gresik kecolongan dengan adanya perusahaan yang tidak patuh. Karena itu, pemkab memberi kebebasan mengontrol penanganan covid di internal perusahaan. “Intinya cukup penanganan di satgas perusahaan. Jangan sampai diambil alih satgas kabupaten. Itu artinya kalau sudah sampai di kabupaten sudah ada kasus. Nanti yang menjadi acuan yakni Perbup,” tuturnya.

Kalau sudah acuan penanganan lewat Perbup, perusahaan yang terkena sanksi. Dampaknya, sektor ekonomi Gresik bakal terasa. Mulai dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), hingga investasi.

Sementara, Satgas Ekonomi lain, Ninik Asrukin menambahkan, untuk cakupan rapid tes di perusahaan memang belum ada yang 100 persen. Penyebabnya memang keterbatasan alat. Namun, pihaknya juga sudah mewanti-wanti. “Jangan sampai perusahaan dengan kategori karyawan besar tapi cakupan rapid tes masih rendah. Kami tidak mau nantinya terjadi seperti bom atom,” paparnya.

Secara terpisah, berdasarkan data update Satgas Covid-19 Gresik. Jumlah yang terpapar positif naik menjadi 163 dari semula 158 orang. Tambahan 5 orang itu berasal dari lima desa. Masing-masing Desa Melirang, Kecamatan Bungah. Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng. Selanjutnya, Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Desa Randuaagung, Kecamatan Kebomas, dan Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti.

“Yang positif dari Desa Pengalangan ini kita laporkan sebagai konfirmasi positif meninggal. Sebab, hasil swab yang keluar dinyatakan positif. Sedangkan penambahan positif hari ini didominasi dari klaster Surabaya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Syaifuddin Ghozali. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar