Pendidikan & Kesehatan

Ponorogo Uji Coba Masuk Sekolah untuk Siswa SMA dan SMK

Kepala Cabdindik Jawa Timur wilayah Ponorogo dan Magetan Nurhadi Hanuri. (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Beberapa SMA/SMK di Ponorogo akan segera melakukan pembelajaran tatap muka. Itu seiring dengan adanya surat edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tertangggal 9 Agustus 2020. Surat edaran itu tentang uji coba pembelajaran tatap muka terbatas jenjang SMA/SMK dan PK-PLK di Jawa Timur.

Di Ponorogo ada 6 lembaga sekolah yang diusulkan menjadi perwakilan uji coba pembelajaran tatap muka. Yakni SMAN 1 Ponorogo, SMA 1 Muhammadiyah Ponorogo, SMKN 1 Jenangan, SMK PGRI 2 Ponorogo, SLB N Jenangan dan SLB A Ayisyah. Rencana uji coba tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 18 Agustus 2020.

“Usai mendapatkan SE dari Gubernur, kami langsung berkoordinasi dengan Bapak Bupati. Beliau menyambut baik dan mendukung, mempersilakan untuk mengikuti aturan dari Bu Gubernur,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur wilayah Ponorogo dan Magetan Nurhadi Hanuri, Kamis (13/8/2020).

Selain dengan Bupati, kata Nurhadi pihaknya juga berkoordinasi dengan tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo. Juga menindaklanjuti dengan seluruh MKKS dan kepala sekolah untuk mempersiapkan diri dengan baik.

“Tim satgas inilah nantinya yang akan merekomendasikan sekolah untuk melaksanakan pelajaran tatap muka,” katanya.

Sesuai SE Gubernur, Ponorogo yang masih berstatus zona orange, bisa melakukan uji coba dengan kapasitas 25 persen dari jumlah siswa di setiap kelas. Teknis pelaksanaannya nanti harus memenuhi protokol Covid-19 secara ketat. Mulai pengecekan suhu tubuh sebelum masuk sekolah, pakai masker, face shield. Di sekolah juga menyediakan tempat cuci tangan. Pembelajarannya pun maksimal berdurasi maksimal 4 jam.

“Peserta didik yang masuk, membawa surat keterangan sehat dan surat pernyataan orangtua yang mengizinkan sekolah,” jelasnya.

Nurhadi menyebut sekolah harus memberikan layanan. Baik itu pembelajaran secara daring, maupun tatap muka di sekolah. Uji coba pembelajaran tatap muka ini akan dilaksanakan selama 2 minggu. Setelah itu dilakukan evaluasi terkait pelaksanaannya.

“Semoga semua bisa berjalan dengan baik, sehingga polemik Covid-19 di dunia pendidikan segera berakhir,” harap Nurhadi. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar