Pendidikan & Kesehatan

Ponorogo Tambah RS Rujukan dan Buka Opsi RS Darurat

Selain RSUD dr Harjono, RSUA Ponorogo juga ditunjuk Pemprov Jatim sebagai rumah sakit Rujukan penanganan virus corona di bumi reyog. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo awalnya bukan rumah sakit (RS) rujukan untuk penanganan pasien virus corona. Namun seiring perkembangan pandemi Covid-19 itu, rumah sakit milik plat merah itu ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai RS rujukan.

Sejatinya untuk saat ini dengan kapasitas 20 tempat tidur, rumah sakit tersebut masih bisa menampung pasien-pasien virus corona, entah itu masih dalam status ODP, PDP maupun terkonfirmasi positif. Apalagi RSUD dr. Harjono tersebut akan menambah lagi kapasitas isolasi hingga semuanya menjadi berkapasitas 35 tempat tidur.

Bupati Ipong Muchlissoni mengabarakan, berdasarkan keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, akan menambah lagi satu rumah sakit rujukan di Ponorogo. Jadi selain RSUD dr. Harjono, rumah sakit umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo juga ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penangan pasien virus Corona di bumi reyog.

“Jadi sekarang ini di Ponorogo ada 2 rumah sakit rujukan penanganan virus corona, RSUD dr. Harjono dan RSUA,” kata Ipong, Sabtu (11/4/2020).

Saat ini di RSUA, kata Ipong sudah siap 7 ruang isolasi. Sehingga kalau di RSUD dr. Harjono sudah penuh bisa dilakukan perawatan isolasi di RSUA. Namun meski tidak ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, 4 rumah sakit swasta lainnya di Ponorogo, kata Ipong diminta untuk menyiapkan ruang isolasi minimal ada 3 ruang.

“Ini sebagai bentuk antisipasi kami jika ada lonjakan pasien, setidaknya sudah ada 54 ruangan untuk isolasi,” katanya.

Selain itu, Pemkab Ponorogo juga akan mengusulkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov Jatim yang berada di Kecamatan Sukorejo Ponorogo itu dijadikan rumah sakit darurat. Sebab disana, memiliki 30 kamar dengan kapasitas 60 tempat tidur. Tidak hanya BLK, bangunan eks salah satu Pondok Pesantren yang berada di Kecamatan Babadan yang sekarang kosong itu juga turut diusulkan sebagai rumah sakit rujukan kepada Pemprov Jatim.

“Kami buka opsi untuk mengusulkan 2 rumah sakit darurat untuk penanganan virus corona ini,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar