Pendidikan & Kesehatan

Cegah Persebaran Covid-19

Ponorogo Larang Seluruh Pentas Seni

Segala bentuk pertunjukan seni di Ponorogo dihentikan sementara (foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus positif Covid-19 bulan ini melonjak naik, terakhir data jumlah kumulatifnya menjadi 405 kasus. Banyaknya kasus positif akhir-akhir ini, membuat tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo mengambil kebijakan. Salah satunya dengan meniadakan kembali semua pertunjukan seni di bumi reyog.

“Reyogan, gajah-gajahan, jaran tek, wayangan, dan kesenian lainnya untuk sementara dihentikan dulu,” kata Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Pramono, Sabtu (26/9/2020).

Selain pertunjukan seni, Agus menyebut kegiatan yang mengundang massa juga tidak diperbolehkan. Namun, khusus pernikahan Dia menyebut tetap diperbolehkan. Akan tetapi, pelaksanaannya harus sesuai protokol kesehatan yang sangat ketat. Misalnya, jumlah peserta yang hadir tidak boleh lebih dari 100 orang.

Selain itu, tidak boleh dilakukan secara prasmanan dalam menyajikan makanannya. Agus mencontohkan hajatan pernikahan di Pulung baru-baru ini, ada laporan jika pernikahannya berjubel. Pihaknya langsung meminta camat untuk mengingatkannya.

“Sesuai dengan maklumat Kapolri, kegiatan yang mendatangkan banyak massa untuk dihentikan dulu,” katanya.

Agus menyebut jika pertunjukan reyog obyok, gajah-gajahan, jaran tek dan pertunjukan seni lainnya, sejatinya diperbolehkan mentas lagi pada bulan Juli lalu. Selain kasus positif pada saat itu menurun, juga banyak pelaku seni yang minta untuk bisa mentas kembali. Namun, akhir-akhir ini lonjakan kasus positif melonjak tinggi. Selain itu ada sejumlah pelaku seni yang juga terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan sinden dari Kecamatan Slahung meninggal karena Covid-19.

“Dari pesinden itupun, sudah menularkan Covid-19 ke 9 orang yang kontak erat dengan almarhum. Maka kami mengambil langkah untuk memberhentikan sementara pertunjukan seni,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar