Pendidikan & Kesehatan

Ponorogo Kedatangan Santriwati dari Temboro Magetan, Ini yang Dilakukan

foto/ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Perlakuan khusus dilakukan bagi santri yang datang dari Ponpes Temboro Magetan. Di Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo, satu santri perempuan dilakukan rapid test dan menjalani isolasi di kelurahan tersebut.

“Yang bersangkutan datang kesini tadi malam, sesuai instruksi bupati siapa saja yang pulang dari Temboro harus diisolasi di desa maupun kelurahan,” kata Lurah Kertosari Muhammad Mudhofir, Rabu (22/4/2020).

Mudhofir menceritakan perempuan 19 tahun ini sebenarnya warga Kalimantan Timur. Dia mau pulang namun kehabisan tiket pesawat, akhirnya ikut kedua temannya pulang ke Desa Cekok. Namun, karena tidak memiliki KTP Ponorogo, Dia ditolak masuk desa Cekok oleh satgas desa. Akhirnya Dia memilih pergi ke saudaranya yang berada di Kelurahan Kertosari.

“Karena di wilayah kami, akhirnya malam itu juga kami evakuasi untuk diisolasi di kelurahan,” katanya.

Mudhofir menyebut keadaan santriwati itu jika dilihat secara fisik dalam keadaan sehat. Tidak ada keluhan atau gejala yang menjurus ke Covid-19. Bahkan pada Rabu pagi saat dicek suhu tubuhnya masih normal di angka 36° Celcius.

“Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan, hari ini dilakukan rapid test terhadap yang bersangkutan,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar