Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan-Koarmada Vaksinasi Tahap II 30 Ribu Dosis

Ketua Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan, Ustadz M. Faidlus Syukri mengadakan pertemuan ke Koarmada II

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan, Ustadz M. Faidlus Syukri mengadakan pertemuan ke Koarmada II untuk mengucapkan terima kasih terkait program vaksinasi massal pada awal bulan Oktober lalu hingga terlaksana dengan lancar dan aman.

Dalam kunjungannya tersebut Ustadz M. Faidlus Syukri diterima Kepala Staf Koarmada II Laksma TNI Rachmad Jayadi, mewakili Panglima Koarmada II Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto, S.H.,M.A.P.,M.Tr.(Han) menerima kunjungan Ketua Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan, Ustadz M. Faidlus Syukri di ruang kerja Kaskoarmada I.

“Rencananya kami akan menggelar lagi vaksinasi massal tahap kedua dengan jumlah sekitar 30.000 dosis pada tanggal 11 Nopember 2021 nanti. Ada tiga lokasi vaksnasi yakni Ponpes Ngalah, PT.HM Sampoerna, dan puskesmas di wilayah Pasuruan,“ ungkap Ustadz M. Faidlus Syukri.

Ikut hadir mendampingi Ketua Ponpes Ngalah yakni Kepala Kesehatan Ponpes dr. H.Dwijo Widodo, serta Ustadz Durotun Nasikhin sebagai Ketua Vaksin di ponpes tersebut.

Sementara dalam pertemuan tersebut, ikut hadir mendampingi Kaskoarmada II yakni Kadiskes Koarmada II, serta Komandan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-335.

Ancaman Gelombang 3

Sementara itu Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menetapkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat penularan COVID-19 rendah atau Level 1 per Senin, 25/10/2021. Penetapan ini merupakan motivasi yang memberikan semangat baru bagi Indonesia agar lekas bebas dari pandemi COVID-19.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan masyarakat diminta tidak terlena dengan penetapan status tersebut. Ancaman gelombang ketiga dan varian baru virus corona masih terus
mengintai.

Sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand masih berada dalam tingkat penularan COVID-19 tinggi atau Level 4.

”Masyarakat, baik yang berada di Indonesia maupun yang hendak masuk ke Indonesia, wajib tetap disiplin protokol kesehatan dan mematuhi setiap kebijakan Pemerintah. Tidak ada toleransi bagi pihak yang melanggar ketentuan,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (1/11/2021).

Dengan ditetapkannya status tersebut, pemerintah terus meningkatkan kualitas penanganan COVID-19 melalui deteksi dengan meningkatkan tes epidemiologi, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, dan surveilans genomik.

Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan penguatan dari sisi terapeutik dengan mengonversi tempat tidur di rumah sakit sebanyak 30-40% dari total kapasitas RS & pemenuhan suplai oksigen, alat kesehatan & SDM, mengerahkan tenaga kesehatan cadangan, pengetatan syarat masuk RS, dan pemanfaatan isolasi terpusat.

Terkait vaksinasi, pemerintah mengalokasikan vaksin sebanyak 50% di daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi, memperbanyak sentra vaksinasi, memberlakukan syarat kartu vaksin, dan mempercepat vaksinasi.

Pemerintah juga memperkuat implementasi PPKM Level 1-4 dan memanfaatkan teknologi digital dalam implementasi protokol kesehatan. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar