Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Polres Pamekasan Gagas Bentuk ‘Pesantren Tangguh’

Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari (kanan) berbincang bersama Dewan A'wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, KH Moh Tohir Zain Abd Hamid (kiri) dalam rangka sosialisasi 'Pesantren Tangguh' antisipsi penyebaran Covid-19.

Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan bersama Tim Satgas Covid-19 setempat, menggagas untuk membentuk ‘Pesantren Tangguh’ sebagai pengembangan dari program ‘Kampung Tangguh’ sebagai langkah antisipatif sekaligus pencegahan wabah virus corona.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah konkrit demi mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan pesantren. Terlebih jumlah pesantren di Pamekasan cukup banyak, yakni mencapai angka sebanyak 329 pesantren yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan.

“Pembentukan ‘Pesantren Tangguh’ ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona di wilayah Pamekasan, khususnya di lingkungan pesantren. Terlebih saat ini sudah memasuki masa aktif pesantren pasca libur Ramadan 1441 Hijriyah,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari, Senin (8/6/2020).

Melalui gagasan tersebut pihaknya membentuk ‘Pesantren Tangguh’, pihaknya mulai melakukan sosialisasi ke berbagai pesantren di Pamekasan. Seperti Pesantren Al-Hamidy dan Darul Ulum Banyuanyar, Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pesantren Miftahul Ulum Panyepen, serta sejumlah pesantren lainnya.

Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari melakukan aksi cuci tangan saat berkunjung ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen, Palengaan.

Guna merealisasikan hal tersebut, pihaknya melaksanakan komunikasi dan koordinasi bersama pimpinan pesantren maupun pengurus pesantren. Salah satunya seperti saat berkunjung ke Pesantren Panyepen, Minggu (7/6/2020) kemarin. Di mana pihak pesantren juga memberikan respon positif atas gagasan ‘Pesantren Tangguh’.

“Jadi langkah ini kita lakukan bersama Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, guna mencegah penyebaran virus di kalangan lembaga pendidikan dan pondok pesantren. Apalagi Pamekasan dikenal dengan jumlah lembaga pendidikan pesantren yang tidak sedikit dan hampir tersebar di semua desa/kelurahan,” jelasnya.

Respon positif juga disampaikan oleh sejumlah pesantren lain yang sudah didatangi, terlebih gagasan tersebut juga dinilai dapat meminimalisir penyebaran wabah Covid-19, khususnya di lembaga pendidikan maupun pondok pesantren di Pamekasan.

“Tata laksana Pesantren Tangguh ini hampir sama dengan mekanisme Kampung Tangguh yang sudah kami bentuk sebelumnya, di antaranya dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat, menyediakan berbagai fasilitas sesuai anjuran protokol Covid-19, termasuk jaga jarak dan menggunakan masker,” pungksnya.

Sebelumnya Polres Pamekasan bersama Tim Satgas Covid-19 membentuk Kampung Tangguh di tiga desa berbeda di setempat, masing-masing dua titik di Kecamatan Proppo, yakni Desa Pangorayan dan Toket, serta satu titik di Desa Sotaber, Kecamatan Pasean. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar