Pendidikan & Kesehatan

Polisi Tetapkan AS Sebagai Tersangka Karena Cium Jenazah Covid-19

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmarta dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Malang(beritajatim.com) – AS pria yang nekat mencium jenazah Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Malang ditetapkan menjadi tersangka oleh Polresta Malang Kota, pada Rabu, (19/8/2020). Pria berusia 53 tahun warga Jalan Mayjend Sungkono, Buring, Kota Malang itu saat ini masih di Mako Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata membenarkan AS saat ini berstatus tersangka. Dia terjerat pasal 212 dan 214 ayat 1 KUHP tentang melawan petugas yang sedang melakukan tugas. Kemudian melanggar pasal 93 Undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang karantina. Dia juga dikenakan Undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

“Sudah ditetapkan dari tadi malam. Hasilnya dia berstatus tersangka. Saat ini masih di kantor. Menunggu hasil swab. Kalau positif dibawa ke rumah isolasi Jalan Kawi,” ujar Leonardus.

AS dijemput paksa kemarin oleh Polresta Malang Kota dan Kodim 0833 Kota Malang di rumahnya. Sesampainya di Mako Polresta AS langsung di rapid test dan di swab test. Hasilnya swab belum keluar. Namun, jika dia positif dia langsung dikirim ke rumah karantina.

Leonardus mengatakan, meski AS ditetapkan sebagai tersangka. AS tidak ditahan oleh polisi, sebab ancaman hukumanya di bawah 5 tahun. Namun, berkas penyidikam tetap diproses dan dikirim ke Kejaksaan Negeri Kota Malang.

“Karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun dan bukan pasal pengecualian jadi tidak dilakukan penahanan. Berkasnya dikirim ke Kejaksaan Negeri tetap diproses meski tidak ditahan,” tandas Leonardus.

Adapun aksi nekat AS, adalah dengan mencoba merebut jenazah pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Malang. Dia mencoba merebut, AS membuka kantong jenazah kemudian mencium jenazah itu. Videonya kemudian menyebar luas dan viral di media sosial dengan durasi 2.42 menit. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar