Pendidikan & Kesehatan

Polisi Gendut Jalani Penurunan Berat Badan di SPN Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 50 polisi yang memiliki tubuh obesitas atau gendut di wilayah Polda Jawa Timur menjalani pembinaan penurunan berat badan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur di Mojokerto. Program dilaksanakan mulai tanggal 15 hingga 26 Juli 2019 mendatang.

Pendamping Indeks Masa Tubuh (IMT) SPN Polda Jawa Timur di Mojokerto, Ipda Irfan mengatakan, selama enam hari menjalani pembinaan penurunan berat badan, ada penurunan berat badan signifikan antara 2 kg sampai 3 kg. “Ada satu personel yang turun hingga 4,5 kg,” ungkapnya, Senin (22/7/2019).

Masih kata Ipda Irfan, para peserta akan diajari untuk menjaga tubuh terutama asupan makan. Menurutnya, ratusan polisi gendut tidak mengalami masalah ataupun keluhan saat menjalani pembinaan penurunan berat badan. Para peserta juga mendapatkan materi psikologi.

“Materi psikologi yang diberikan kepada para peserta tentang bagaimana melaksanakan dengan sabar dan semangat. Kegiatan ibadah juga ada, sholat berjamaah selama program digelar yakni mulai tanggal 15 hingga 26 Juli 2019 mendatang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Poliklinik SPN Polda Jawa Timur di Mojokerto, dr Urip Santoso mengatakan, hampir 100 persen para peserta ada penurunan berat badan signifikan. “Jadi kalau mereka tidak turun berat badan, tapi mereka turun lingkar perut, lingkar paha dan lingkar dada,” ujarnya.

Para peserta yang tidak turun berat badan, mereka progresnya kecenderungan ototnya, jadi lemaknya terbakar dengan program ini. Program tersebut digelar Polda Jawa Timur petunjuk dan arahan Kapolri nomor ST/1438/II/KEP./2019 tanggal 12 Februari 2019.

Yakni untuk menghindari penyakit yang resiko tinggi contoh penyakit jantung, darah tinggi dan diabetes. Peserta diberi kegiatan olah gerak tubuh yang dapat membakar lemak berupa lari menggunakan jaket parasut, long march, senam aerobik, renang dan lainnya.

Tak hanya diberikan kegiatan olah gerak tubuh, peserta penurunan indek tubuh juga diberikan materi psikologi dari pelatih. Peserta juga diberikan materi psikologi, pola makan dan menu yang disesuaikan untuk menunjang pencapaian tujuan dari program ini berdasarkan petunjuk dari ahli gizi bidang Dokkes Polda Jawa Timur.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar