Pendidikan & Kesehatan

Polbangtan Malang Diharap Lahirkan Petani Modern dari Generasi Milenial

Komisi IV DPR RI saat meninjau Polbangtan Malang.

Malang (beritajatim.com) – Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) Lawang, Kabupaten Malang, diharapkan mampu mencetak generasi pertanian dari kalangan milenial di Indonesia. Sistem pertanian dengan perpaduan teknologi diharapkan mampu menarik minat generasi milenial untuk bergerak di sektor pertanian.

“Jadi anak-anak milenial untuk bisa tertarik maka harus dengan IT (informasi teknologi) makanya kita di dalam pendidikan meski menggunakan teknologi tapi yang aplikatif. Jadi modern tapi aplikatif,” kata Plt Direktur Utama Polbangtan Malang Bambang Sudarmanto, Senin, (15/2/2021).

Bambang mengatakan, dari waktu ke waktu minat generasi milenial menjadi petani semakin tinggi. Dunia pertanian tidak hanya urusan perkebunan, tetapi juga pengemasan dan pemasaran. Di Polbangtan mahasiswa diajarkan konsep pertanian modern berbasis teknologi.

“Kita ini pendidikan vokasi 70 persen prakteknya 30 persen teori. Dan setiap tahun peminatnya selalu bertambah jika tahun lalu kita seribu orang pendaftar, sekarang di atas 2 ribu dan yang kita butuhkan 200-250 mahasiswa. Dan itu seluruh Indonesia 33 provinsi,” ujar Bambang.

Komisi IV DPR RI telah meninjau Polbangtan Malang. Konsep pendidikan berbasis pertanian yang dikembangkan oleh Polbangtan Malang dianggap menarik dan bernilai strategis. Khususnya dalam membangun generasi muda pertanian yang tangguh. Polbangtan diharapkan menghasilkan tenaga pertanian yang mampu mencukupi kebutuhan masyarakat luas.

“Kami ingin bagaimana aset kementerian pertanian tetap dikelola oleh Kementan tidak dialihkan ke kementerian lain karena ini politeknik yang tidak sama dengan politeknik lain. 70 persen di sini praktek sisanya teori. Tentu yang menjadi dosen praktek adalah ahlinya siapa dia orang Kementan bukan orang lain yang mengadopsi teori. Karena pikiran praktek adalah menyempurnakan pikiran seorang instruktur,” ujar anggota Komisi IV DPR RI, Hasan Aminudin.

Hasan mengatakan, Polbangtan harus terus melakukan publikasi agar menjadi pilihan favorit lulusan SMA/SMK di Indonesia dalam meneruskan jenjang pendidikan. Dia mengatakan, tugas Polbangtan meyakinkan calon mahasiswa bahwa petani menjanjikan bagi hidup mereka. Salah satunya dengan sistem pendidikan yang modern.

“Anak-anak bangsa, anak-anak milenial harus bangga menjadi petani tidak bangga menjadi buruh pabrik. Karena hari ini bergeser ada pergeseran mindset anak muda dia bangga menjadi kuli rumah orang lain. Kuli di pabrik. Padahal menjadi petani itu terhormat jadi juragan bagi dirinya sendiri sekaligus meneruskan aset orangtuanya,” tutur Hasan.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Siti Munifah menjelaskan, Polbangtan Malang merupakan salah satu dari tujuh politeknik pertanian yang berada mereka. Dia berharap, program dan pembiayaan bagi pengembangan SDM pertanian yang tangguh, unggul dan berdaya saing didukung oleh Komisi IV DPR RI.

“Faktor pendidikan banyak belum dimengerti oleh komisi IV DPR RI, inilah pentingnya Polbangtan Malang agar bisa didukung anggaran pendidikannya. Kedua, tentu stakeholder terdekat yang bisa mendukung Polbangtan ini ya komisi IV. Diharpakan komisi IV agar mahasiswa ditempatkan di sejumlah wilayah binaan terutama wilayah yang dibawahi untuk dijadikan praktek belajar,” tandas Siti. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar