Pendidikan & Kesehatan

PNS Ponorogo Status PDP Meninggal, Kantornya Tutup Sementara

Foto: Ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Pasca meninggalnya pegawai Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo yang berstatus PDP, kantor tempatnya bekerja di UPTD Babadan ditutup sementara. Selain itu semua pegawai yang berkantor di situ juga diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Setelah mendapat kabar pegawai kami meninggal dengan status PDP, kami melapor ke Bapak Bupati dan berkoordinasi dengan Kadinkes,” kata Kepala DPUPKP Ponorogo Jamus Kunto, Kamis (16/4/2020).

Jamus menceritakan sebenarnya pegawai berusia 50 tahun tersebut, sejak 3 minggu yang lalu melaksanakan kerja di rumah. Sebab almarhum berasal dari Magetan, yang saat itu merupakan zona merah, Pemkab Ponorogo mengambil kebijakan untuk bekerja di rumah atau tidak pulang bagi pegawai yang berasal dari zona tersebut.

“Nah mungkin kangen suasana kantor, pada tanggal 7 April itu yang bersangkutan masuk ke kantor yang berada di Kecamatan Babadan,” katanya.

Dari keterangan itu, akhirnya diputuskan pegawai yang di kantor tersebut dan berkontak dengan almarhum melakukan isolasi mandiri, waktu isolasinya dari tanggal 8-22 April. Jamus mengatakan bahwa pegawai itu masuk rumah sakit dengan keluhan sakit jantung dan hipertensi. Namun saat itu ada gejala sesak napas, tim satgas Covid-19 Magetan menjadikan dia berstatus PDP.

“Besok dari Dinkes akan mensterilkan kantor dengan penyemprotan disinfektan. Semoga hasil tes Swabnya almarhum negatif, sehingga trackingnya nanti tidak berlarut-larut mengembang,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu PNS di lingkup Pemkab Ponorogo yang berstatus PDP pada hari Rabu (15/4/2020) kemarin meninggal. Pegawai yang berasal dari Magetan itu menghembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedono Madiun.

Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, yang bersangkutan meruapakan pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo. Sebelumnya yang bersangkutan berobat ke Rumah Sakit Islam (RSI) dan dirawat selama 3 hari. Setelah pulang, malamnya dibawa lagi ke RSUD dr. Sudono Madiun karena statusnya yang merupakan PDP. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar