Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

PMK di Ponorogo Capai 9 Ribuan, Trennya Mulai Turun

Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo (Foto/Dok.Beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti sapi di Kabupaten Ponorogo saat ini tembus sampai angka 9.000-an kasus. Namun, akhir-akhir ini tambahan kasus per hari mulai turun, dibandingkan keadaan 2-3 minggu yang lalu.

“Dulu kan dalam satu hari bisa sampai ada 300-an sapi yang terjangkit PMK. Akhir-akhir ini trennya sudah turun, saat ini 150 kasus, sedangkan kemarin tambahan di angka 147 kasus,” Kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Masun, Senin (4/7/2022).

Penurunan tambahan kasus PMK itu, kata Masun, juga linier dengan angka kematian sapi yang terjangkit PMK. Pasalnya meski kasusnya tetap ada, namun jumlahnya juga relatif turun. Saat ini total kematian sapi karena PMK berada dikisaran angka dua ratusan. Sementara untuk potong paksa, hampir di angka empat ratusan.
“Kasus kematian sapi PMK relatif turun,” ungkapnya.

Saat ini Dipertahankan Kabupaten Ponorogo terus melakukan vaksinasi untuk sapi-sapi yang sehat. Data terakhir, ada 4.000 dosis yang sudah disuntikkan ke hewan berkaki empat tersebut. Kendala yang dihadapi, input datanya lebih lama.

Selain itu pasokan obat PMK sekarang juga relatif aman. Artinya pasokan saat ini sudah mulai gampang untuk dicari. Sebab, masing-masing Puskesmas sudah ada. Kesembuhan sapi yang terjangkit PMK juga mengalami peningkatan yang cukup besar. “Naik pesat untuk kasus kesembuhannya juga,” pungkasnya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar