Pendidikan & Kesehatan

PMI Tuban Terima Pendonor Plasma Pertama Penyitas Covid-19

Tuban (beritajatim.com) – Khoirul Afandi (31), penyitas Covid-19 asal Dusun Cumpleng, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan menjadi orang pertama yang melakukan donor plasma konvalesen atau plasma darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban, Selasa (29/12/2020).

Khoirul Afandi mengaku sempat menjalani isolasi di rumah sakit yang ada di Kecamatan Paciran, Lamongan selama sekitar 27 hari untuk menunggu hasil tes swabnya negatif Covid-19. Ia berharap dengan donor plasma yang ia lakukan bisa bermanfaat bagi orang lain dan bisa membantu mereka yang membutuhkan supaya bisa sembuh dari Covid-19.

Munculnya niat untuk melakukan donor plasma itu setelah dirinya mendapatkan permintaan dari pasien Covid-19 yang sedang dalam perawatan di rumah sakit. Awalnya, ia tidak pernah mengetahui bahwa pasien Covid-19 yang telah sembuh itu bisa untuk mendonorkan plasma darahnya sebagai pengobatan bagi pasien.

“Awalnya sih saya gak tahu ya kalau ada donor plasma kayak gini. Cuman waktu itu setelah saya sembuh ada yang membutuhkan plasma dengan kreteria seperti saya ini,” terang Khoirul Afandi.

Setelah menjalani pemeriksaan beberapa kali, akhirnya bapak dua anak dengan golongan darah O tersebut berhasil lolos kriteria untuk melakukan donor plasma. Namun setelah donor, ternyata orang yang awalnya meminta plasma dari penyitas tersebut sudah mendapatkan pendonor plasma dari orang lain.

“Karena ini sudah bisa donor ya tetap saya untuk donor, supaya bisa membantu bagi orang lain yang membutuhkan, tidak ada salahnya untuk menolong sesama. Kalau memang masih bisa donor plasma lagi saya juga siap,” tambahnya.

Sementara itu, Sarju Efendi, Humas PMI Kabupaten Tuban menyatakan bahwa donor plasma ini menjadi kebutuhan mendesak di Indonesia. Di PMI Kabupaten Tuban baru pertama kali ini ada orang yang melakukan donor plasma konvalesen setelah PMI mendapatkan bantuan peralatan untuk donor itu.

“Plasma Konvalesen menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Karena belum ada obat yang bisa menyembuhkan pasien covid-19. Harapannya dengan adanya donor plasma pertama di PMI, bisa memotivasi penyintas corona di Kabupaten Tuban untuk bisa donor,” ungkap Sarju.

Sampai dengan saat ini penyitas Covid-19 yang ingin melakukan donor plasma di PMI Tuban sebanyak 7 orang. Namun, beberapa orang hasilnya tidak memenuni kriteria, dua orang baru akan dilakukan pemeriksaan sebelum donor, serta satu orang berhasil. [mut/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar