Pendidikan & Kesehatan

PMI Bojonegoro Terkendala Alat Donor Plasma Konvalesen

Donor Plasma Konvalesen yang dilakukan UDD PMI Cabang Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Cabang Bojonegoro mengaku masih terkendala alat untuk memangkas waktu pelaksanaan donor plasma konvalesen. Sehingga jika ada pendonor harus dilakukan di PMI Surabaya maupun Sidoarjo.

Salah seorang petugas di UDD PMI Bojonegoro Ali Syafaat mengatakan, saat ini proses donor plasma membutuhkan waktu sekitar dua mingguan lebih. Untuk memangkas waktu dan biaya, pihaknya mengaku jauh hari mengajukan alat donor plasma ke Bupati Bojonegoro. Saat ini prosesnya masih dalam kajian telaah di Dinas Kesehatan.

“Kami mengajukan pengadaan alat Haemonetics Apheresis. Alat tersebut salah satu fungsinya sebagai pemisah darah yang bisa digunakan untuk kebutuhan donor darah merah, trombosit atau platelet, dan stem cell plasma,” jelasnya, Kamis (11/2/2021).

Saat ini, UDD PMI Cabang Bojonegoro juga telah menyiapkan segi sumber daya manusianya (SDM) dan infrastruktur. Sehingga, dengan adanya alat tersebut, lanjut Ali, pendonor tidak perlu dibawa ke PMI Surabaya atau Sidoarjo untuk pengambilan sample darah.

“Sehingga bisa lebih memangkas waktu, biaya dan tenaga. Kendalanya sekarang karena pengambilan sample ke Surabaya sehingga biasanya pendonor terkendala waktu juga,” jelasnya.

Ali Syafaat menjelaskan, alat tersebut fungsinya digunakan untuk pengambilan sample darah dari pendonor. Dari sample darah yang sudah diambil, kemudian akan dikirim ke PMI Surabaya untuk diuji dengan Teknologi Nucleic Acid Test (Nat). “Jadi yang diujikan pemeriksaan Nat sample darahnya saja. Pengambila sample bisa dilakukan di PMI Bojonegoro jika sudah ada alatnya” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Ani Pudjiningrum mengatakan, pengajukan alat yang dipakai untuk donor plasma konvalesen dari PMI Bojonegoro saat ini masih dalam proses kaji telaah. Namun, pihaknya menilai, pengajuan alat tersebut tidak begitu berpengaruh secara signifikan dalam memangkas waktu penyediaan plasma konvalesen.

“Surat itu sudah kita kaji telaah. Tidak terlalu signifikan lah, karena nanti juga tetap akan diuji pemeriksaan di Surabaya,” ujarnya dihubungi reporter beritajatim.com. [lus]



Apa Reaksi Anda?

Komentar