Pendidikan & Kesehatan

PMI Bojonegoro Punya Persediaan Plasma Konvalesen Covid-19

endonor plasma konvalesen di UDD PMI Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Cabang Bojonegoro sudah memiliki stok plasma konvalesen (PK) Covid-19. Plasma konvalesen tersebut diperoleh dari kesediaan para penyintas Covid-19.

Salah seorang dokter di UDD PMI Cabang Bojonegoro dr Imam Sutrisno mengatakan, saat ini jumlah stok plasma konvalesen sebanyak 17 kantong. Plasma konvalesen tersebut dinilai masih paling ampuh digunakan terapi bagi pasien yang terinfeksi Covid-19.

Dibalik cerita sebanyak 17 kantong plasma konvalesen itu, PMI Bojonegoro menggandeng sejumlah instansi agar secara kolektif mengumpulkan karyawan yang sudah sembuh dari Covid-19 dan bersedia mendonorkan plasma konvalesen.

Ada dua instansi yang sudah digandeng. Dari dua instansi tersebut berhasil dikumpulkan sebanyak 54 calon pendonor. Namun, tidak semua calon pendonor lolos seleksi pemeriksaan transfusi darah uji saring dengan teknologi Nucleic Acid Test atau NAT.

Sebanyak 54 calon pendonor plasma konvalesen itu yang dinyatakan lolos hanya lima orang, sedangkan masih ada tujuh orang lagi belum diseleksi. “Dari lima sample ini bisa mengambil plasma konvalesen sebanyak 17 kantong. Setiap orang bisa diambil tiga sampai empat kantong PK,” ujarnya, Selasa (9/2/2021).

Dari 17 kantong plasma konvalesen itu rinciannya, untuk golongan darah O sebanyak 7 kantong, golongan darah A sebanyak 4 kantong, golongan darah B 2 kantong dan golongan darah AB sebanyak 4 kantong. Plasma konvalesen ini kini disimpan di kantor UDD PMI Bojonegoro untuk ketersediaan bagi pasien yang membutuhkan.

“Jadi sekarang jika ada pasien Covid-19 yang membutuhkan bisa lebih cepat penanganannya karena sudah memiliki stok sendiri,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sejak Maret 2020, PMI Cabang Bojonegoro, lanjut dr Imam, sebenarnya sudah mulai melayani permintaan plasma konvalesen. Namun, karena jumlah permintaan belum terlalu banyak sehingga langsung mendatangkan dari Surabaya atau Sidoarjo.

Seiring banyaknya permintaan dari kabupaten lain juga, sehingga di PMI Surabaya maupun Sidoarjo mulai kewalahan dan antreannya cukup panjang. “Kalau ambil dari PMI Surabaya atau Sidoarjo prosesnya bisa dua mingguan baru dapat,” pungkasnya. [lus/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar