Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

PKB Lamongan Gelar Tasyakuran Terbitnya Perpres Pendanaan Pesantren

Suasana saat digelarnya tasyakuran oleh DPC PKB bersama PCNU Lamongan atas terbitnya Perpres pendanaan pesantren.

Lamongan (beritajatim.com) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lamongan bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan menggelar tasyakuran atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Tasyakuran tersebut bertempat di Kantor DPC PKB Lamongan, Tumenggungan, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, pada Senin, (21/9/2021) kemarin. Serta dihadiri oleh sejumlah kader dan pengurus partai PKB serta jajaran PCNU Lamongan.

Ketua DPC PKB Lamongan, H Abdul Ghofur mengungkapkan, bahwa selama ini PKB telah menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan UU Pesantren. Dengan hadirnya Perpres tersebut, menurutnya, kini pihaknya optimis bahwa Pemerintah Daerah tak mengalami kesulitan terkait dasar hukum dalam memberikan bantuan kepada pesantren.

“Tentu kami sangat bersyukur atas capaian disahkannya Perpres tersebut. Ke depan, tak ada lagi alasan bagi Pemerintah Daerah untuk tidak bisa mengalokasikan anggaran untuk kepentingan pesantren. Kami akan terus mengawalnya, selagi ada perjuangan untuk pesantren, maka di situ PKB selalu ada, karena PKB lahir dari Pesantren. Di Lamongan ini jumlah pesantrennya juga banyak,” ungkap Abdul Ghofur saat dikonfirmasi, Selasa (21/9/2021).

Selain itu, pria yang juga Ketua DPRD Lamongan ini menuturkan, bahwa dengan Perpres tersebut, kini para santri dan pesantren memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan diri dan dan bersaing dalam menghadapi tantangan global.

“Jika dulu pondok pesantren dianaktirikan dan santri-santri pesantren sulit untuk menempuh jenjang pendidikan di luar negeri karena subsidi dan support pemerintah kurang. Maka dengan Perpres Dana Abadi Pesantren ini, terbuka luas peluang bagi santri untuk melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri,” terangnya.

Lebih lanjut, Abdul Ghofur menambahkan, bahwa masa depan Indonesia salah satunya ada di tangan para santri. “Indonesia ini bangsa besar, karena umat Islamnya paling banyak di dunia, dan tempat belajar umat Islam itu adalah pesantren. Maka peningkatan kualitas di pesantren ini harus kita dorong, agar para santri bisa lebih banyak mewarnai kemajuan bangsa ini,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Lamongan, KH Supandi Awwaludin menyampaikan, kontribusi pesantren terhadap keberlangsungan bangsa ini tak terhitung banyaknya. Tak hanya itu, pihaknya melanjutkan, bahwa Pesantren juga turut melahirkan Indonesia.

“Santri memiliki saham paling besar dalam berjuang untuk memerdekakan Republik ini. Kalangan santri juga ikut berfikir membangun bangsa. Indonesia berutang kepada santri, maka sudah sepantasnya jika negara hadir memberikan penghargaan kepada pesantren,” tutur H Supandi saat dihubungi beritajatim.com, Selasa (21/9/2021).

Lebih jauh, KH Supandi menjelaskan, bahwa lahirnya Perpres ini merupakan hasil dari ikhtiyar dan jihad konstitusi yang telah dilakukan oleh NU dan PKB. Menurutnya, hal itu sebagai wujud nyata keberpihakan terhadap pesantren guna meningkatkan kualitas para generasi penerus yang ada di Pesantren.

“Beberapa keputusan penting sudah dirancang PBNU dan DPP PKB terkait bagaimana agar keberadaan pesantren diakui pemerintah. Kita bersyukur dan terima kasih kepada PKB yang mewakili kita untuk menyampaikan aspirasi pesantren. Banyak sumbangsih PKB kepada dunia pesantren. PKB tidak boleh meninggalkan pesantren,” tandasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar