Pendidikan & Kesehatan

Dapat Jatah 9.300

Pj Bupati Sidoarjo Cek Kesiapan Tempat Penyimpanan Vaksin

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kementerian Kesehatan RI telah mendistribusikan Vaksin Sinovac ke beberapa provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Sidoarjo juga telah mempersiapkan tempat penyimpanannya. Tahap pertama, Sidoarjo bakal menerima 9.300 Vaksin Sinovac.

Kesiapan tempat penyimpanan tersebut ditinjau langsung oleh Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono di salah satu ruangan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Senin (4/1/2021). Hudiyono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriyawarman mengatakan kalau Vaksin Sinovac datang, Kabupaten Sidoarjo sudah sangat siap.

Baik dari kesiapan kelistrikannya, tempatnya dan ukurannya serta sertifikatnya. “Jadi secara legalitas kesiapan kita sudah memenuhi syarat. Mudah-mudahan kiriman tahap pertama sebanyak 9.300 ke Sidoarjo bisa didistribusikan dengan baik,” kata Hudiyono.

Hudiyono juga menegaskan tempat-tempat penyimpanan yang ada di puskesmas juga dipastikan aman. Agar kondisinya lebih terjaga aman, setiap puskesmas yang ada di Sidoarjo akan dibelikan alat penyimpanannya, yakni Box Medical System.

“Kebetulan kita sudah mendapatkan bantuan dari Provinsi Jatim sebanyak 9 Box Medical System. Jadi, tinggal menambah sekitar 17 Box Medical System lagi,” terangnya.

Lebih jauh, Cak Hud sapaan akrap Hudiyono menjelaskan, Vaksin Sinovac itu nantinya diperuntukan untuk para Nakes (Tenaga Kesehatan) yang ada di Sidoarjo. “Vaksin Sinovac tahap pertama untuk nakes yang sudah ASN maupun yang non ASN,” rinci dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Syaf Satriawarman mengatakan, Sidoarjo bakal menerima Vaksin Sinovac tahap pertama, tepatnya sebanyak 9.291 unit. Nantinya akan digunakan untuk para nakes yang ada, baik ASN maupun non ASN yang telah terdaftar di SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan).

“Jadi mereka yang betul-betul di SDMK dengan kriteria sama, yakni tidak boleh dari 59 tahun atau kurang dari 18 tahun tanpa komorbit/penyakit penyerta,” jelas Syaf.

“Jika ada Nakes ASN maupun non ASN terdapat komorbit, maka akan ditunda pemberian vaksinya untuk tahap berikutnya,” tegas Syaf Satriyawarman. [isa/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar