Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pilkades Serentak di Malang Tunggu Covid-19 Melandai, Lansia Jadi Sasaran Vaksinasi

Malang (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Malang, akan digelar pada 5 Desember 2021 mendatang. Kepastian tersebut disampaikan okeh Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Muslimin, awal bulan ini.

Setelah sebelumnya, gelaran Pilkades sempat ditunda karena sedang dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kepastian akan diselenggarakannya Pilkades ini juga melihat kondisi pergerakan Covid-19 yang melandai dan terus menunjukan trend positif. Selain itu, capaian vaksinasi di Kabupaten Malang juga menjadi salah satu pertimbangan, hingga akhirnya Pilkades akan segera digelar.

“Iya memang itu jadi pertimbangannya juga,” ujar Muslimin, pria yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Namun begitu, meskipun kondisi pergerakan Covid-19 sudah melandai dan capaian vaksinasi sudah terus meningkat, pelaksanaan Pilkades nanti rencananya akan tetap menerapkan protokol kesehatan. Tentu hal itu sebagai bentuk antisipasi agar tidak lagi muncul klaster baru dalam kondisi Covid-19 yang sudah melandai.

Menurut Muslimin, salah satunya dengan memecah tempat pemungutan suara. Dimana jika biasanya dipusatkan di Kantor Desa atau Balai Desa, maka dalam gelaran Pilkades kali ini rencananya akan digelar di masing-masing dusun.

“Iya, tujuannya agar bisa memecah konsentrasi masa,” tegas Muslimin.

Muslimin menyebut, sempat ada wacana bahwa Pilkades yang digelar pada tahun 2021 ini, hanya bagi Desa yang memang masa jabatan kepala desanya sudah habis. Sedangkan untuk Pilkades antar waktu, awalnya akan digelar pada tahun 2022.

“Lalu kita pertimbangkan efektifitasnya. Sehingga diputuskan akan digelar pada tahun 2021 ini sekalian,” tutur Muslimin.

Sementara itu, berdasarkan catatan yang diperoleh dari DPRD Kabupaten Malang, pada 5 Desember 2021 mendatang, dijadwalkan ada sebanyak 28 desa. 16 desa diantaranya adalah Pilkades antar waktu.

Pemkab Malang Yakin Capaian Vaksinasi Penuhi Target

Hingga pekan kedua November 2021 saat ini, Kabupaten Malang sudah masuk wilayah PPKM Level 2. Meski sudah masuk Level 1 secara keseluruhan, namun masih butuh tambahan jumlah vaksinasi terutama di kalangan Lansia. Capaian vaksinasi di Kabupaten Malang hingga bulan November 2021 ini mulai diatas 70 persen. Bupati Malang, HM Sanusi optimis, bahwa capaian vaksinasi di Kabupaten Malang akan terus meningkat hingga akhir tahun ini. Sehingga, dirinya yakin bahwa Kabupaten Malang juga akan segera turun ke level 1 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Sebab, capaian vaksinasi sebagai salah syarat penurunan level PPKM suatu daerah juga tercantum di dalan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmnedagri) 57 tahun 2021. Dimana syarat untuk bisa turun ke level 1, yakni dengan capaian vaksinasi dosis pertama sebesar 70 persen.

Dan capaian vaksinasi dosis pertama bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 60 tahun minimal harus sudah tercapai 60 persen. Setidaknya, hal itulah yang saat ini masih menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

“Sudah hampir 70 persen. Tinggal sedikit lagi kriterianya sudah bisa level 1. Enggak sampai Desember, pertengahan November ini sudah 70 persen,” ungkap Sanusi, Minggu (7/11/2021).

Dikutip dari laman satgascovid19.malangkab.go.id, saat ini capaian vaksinasi di Kabupaten Malang per 5 November 2021, sudah mencapai 70,27 persen. Dari jumlah yang ditargetkan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN), ada sebanyak 2.078.406 warga Kabupaten Malang yang harus divaksin.

Dengan rincian, sebanyak 1.460.451 jiwa yang sudah divaksin dosis pertama, 877.354 jiwa divaksin dosis kedua dan sebanyak 8.780 jiwa yang sudah divaksin hingga dosis ketiga. Sementara untuk lansia, hingga saat ini sudah mencapai 45,88 persen.

Sanusi menjelaskan bahwa salah satu penyebab rendahnya capaian vaksinasi di kalangan lansia adalah terlambatnya entry data.

“(Vaksinasi) lansianya, meskinya sudah diatas 42 persen, kita baru 38 saat evaluasi lalu. Cuma terlambat entry data saja,” tegas Sanusi.

“Iya itu targetnya pertengahan November sudah divaksin dosis kedua semua,” Sanusi mengakhiri.

Dandim 0818 Perintahkan Jajaran Vaksinasi Door to Door

Guna memenuhi target vaksinasi terpenuhi hingga akhir tahun ini, Komandan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf. Yusub Dody Sandra memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyuntikan vaksinasi ke rumah warga, atau door to door. Terutama, bagi kalangan lanjut usia, yang dikabarkan capaiannya sempat rendah.

Skema vaksinasi dari rumah ke rumah akan terus dipercepat. Tujuannya agar pada akhir tahun, target untuk dapat menyuntikkan 2 juta warga Kabupaten Malang bisa tercapai.

Namun begitu, screening ketat sebelum pelaksanaan vaksinasi. Sehingga lansia yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta dipastikan belum bisa menerima vaksin Covid-19. Meskipun yang bersangkutan telah masuk ke dalam daftar target vaksinasi.

“Lansia kami upayakan mobile ada vaksinasi door to door sehingga penyuntikan bisa dilakukan di rumah masing-masing,” ujar Letkol Inf Yusub.

Skema itu diambil juga bertujuan untuk bisa memfasilitasi masyarakat yang tidak bisa mengikuti vaksinasi di gerai-gerai yang vaksin yang dibuka pada pagu hari ataupun siang hari. Dan tentu dengan tetap melibatkan semua komponen masyarakat.

“Ini dilakukan guna mengantisipasi masyarakat yang tidak bisa ke gerai vaksin pagi dan siang hari, kita siapkan vaksinasi pada malam hari. Upaya ini kami tidak bisa sendiri. Tentunya melibatkan semua pihak, kerja seluruh komponen masyarakat,” imbuh Letkol Yusub.

Kendala lain yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi petugas adalah sinkronisasi data. Lansia-lansia warga Kabupaten Malang ternyata saat ini tak sedikit berdomisili di luar kota.

“Terdapat lansia yang terdata berpenduduk Kabupaten Malang namun berada di luar wilayah, dari sana kita akan singkronkan data,” ungkap Yusub. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati