Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

PGRI Magetan Nilai BKD Tak Realistis Perhitungkan Formasi Guru

Sundarto, Ketua PGRI Magetan

Magetan (beritajatim.com) – Forum Honorer Magetan sudah suarakan keluhan pada PGRI Magetan terkait seleksi  Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK). Sundarto Ketua PGRI Magetan menyebut kalau pihaknya menerima keluhan dan siap membantu untuk menyampaikan ke pihak terkait.

Selain itu, Sundarto menganggap permasalahan honorer bermula dari tidak realistisnya perhitungan formasi yang diajukan badan kepegawaian daerah (BKD). Dari kebutuhan guru per tahun 2021 sebnayak 1.700, hanya 912 guru yang bisa ikut tes CP3K.

Sementara, formasi yang diajukan ke komisi aparatur sipil negara (KASN) hanya 402 berikut yang disetujui susut jadi 387 khususnya untuk guru kelas.

Sementara, untuk guru pendidikan agama total formasinya mencapai 130,  padahal kebutuhannya secara riil yakni hanya 93 orang yang didasarkan dari jumlah guru honorer yang masuk kulifikasi untuk bsia tes CPPPK.

‘’Dari sini kami bisa melihat, kalau dinas terkait juga tak menyiapkan gelombang besar pensiun yang terjadi di tahun 2023 nanti. Sehingga, sebenarnya kebutuhan guru harus segera dicukupi mulai tahun ini,’’ terang Sundarto.

Jika memang kuota yang seharusnya bisa dipakai guru kelas sebanyak 37 formasi, seharusny bisa dilakukan lobbying sejak awal. Dan selain itu, jumlah honorer ini bisa semakin menumpuk jika tak segera ada pengangkatan yang kini hanya bisa dilakukan melalui CP3K, itupun bersyarat karena guru wajib terdaftar di data pokok pendidikan.

‘’Kami mengharap, tahun depan jika ada CP3K, BKD bisa benar-benar memperhitungkan kebutuhan guru. Kami ada data lengkap, jika perlu bisa cek ke data kami, supaya bisa melihat kondisi riilnya,’’ katanya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar