Pendidikan & Kesehatan

Rumuskan Pengajaran Efektif di Masa Pandem

PGRI Kota Kediri Gelar Workshop Virtual

Kediri (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan gejala penurunan berdampak pada ketidakpastian Sistem Pendidikan Nasional. Untuk itu, berbagai pihak melakukan koordinasi untuk merumuskan solusi. Seperti kegiatan workshop virtual yang digagas oleh PGRI Kota Kediri ini.

Dengan menggandeng berbagai pihak mulai dari, Smart Training, BPC HIPMI Kota Kediri dan UN PGRI Kediri, PGRI Kota Kediri mengadakan workshop selama tiga hari melalui layanan zoom meeting dan YouTube Streaming. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota Kediri sekaligus sebagai wadah sharing para pegiat Pendidikan di Indonesia khususnya Kota Kediri.

Dengan mengambil tema Implementasi Pembelajaran Era New Normal, diharapkan para guru dapat mengetahui langsung saran dan implementasi untuk adaptasi pembelajaran.

Ketua PB PGRI Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA. mengapresiasi Webinar dan Workshop itu. Hal itu sebagai langkah awal tenaga pendidik untuk menyusun program dan desain kegiatan pembelajaran terbaik kepada siswa, agar serapan materi tetap bisa optimal.

“Saya sangat senang ada kegiatan seperti ini, berbagai pakar berkumpul untuk merancang pembelajaran terbaik bagi anak didik kita, jangan sampai pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini menjadikan siswa kurang maksimal dalam menerima ilmu dari bapak ibu guru,” ujar Djoko.

Senada dengan ketua PB PGRI, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Drs. H. Siswanto, M.Pd. menekankan bahwa pendidikan harus tetap eksis dengan tetap menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Ini merupakan tuntutan bagi semua kalangan khususnya guru, bagaimana pendidikan harus tetap eksis. Selain itu juga sangat dibutuhkan masyarakat. Terkait kebijakan pendidikan di era normal ini, prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik,” tegas Siswanto.

Pada Webinar dan Workshop ini tidak hanya sharing semata. Tetapi juga bersertifikat. Para peserta setiap harinya, pasca pelaksanaan webinar akan diberi portofolio untuk dikumpulkan sebagai tugas.

Terpisah, Drs. Teguh Sumarno, MM. selaku Ketua Umum PGRI Provinsi Jawa Timur mengajak para peserta yang seluruhnya guru untuk melihat pandemi ini sebagai hikmah untuk perbaikan metode pembelajaran sesuai perkembangan teknologi.

“PGRI tidak boleh melihat ini menjadi persoalan musibah. Tetapi pandemi ini menjadi hikmah, pengalaman bahkan pembelajaran yg kita tahu harus dipaksa melakukan dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, dimanapun kita berada, guru kita ada ASN, Struktural ada Perguruan Tinggi saya berkeinginan Guru ini menjadi suatu kekuatan,” tutur Teguh.

Kegiatan itu dipandu oleh Alvian D. Putra, S.IP., M.IP. sebagai Host. Sementara itu, materi dibawakan oleh sembilan orang narasumber diantaranya, Prof. Dr. Waras Kamdi, M.Pd. (Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan), Dr. H. Hudiono, M.Si., (Kabiro Kesos Prop. Jatim).

Kemudian Drs. Teguh Sumarno, MM. (Ketua PGRI Prop. Jatim), Drs. H. Siswanto, M.Pd. (Kepala Dindik Kota Kediri); Djoko AW, ST, MM., DBA. (Ketua PB PGRI); Dr. Wasis D. Dwiyoga, M.Pd.; Dr. Atrup, M.Pd., MM.; Dr. Agus Muji Santoso, M.Si.; Drs. R. Marsudi Nugroho, MM.

Peserta kegiatan ini disambut antusias. Terbukti, para tenaga pendidik yang mana sebanyak 1.200-an peserta ter-registrasi dalam kegiatan ini.

Dihari terakhir Webinar dan Workshop, Dr. H. Hudiono, M.Si. Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa peran pemerintah memang memiliki peran penting mencerdaskan dan mensejahterakan rakyatnya dalam hal pendidikan untuk SDM yang lebih baik.

“Pemerintah wajib mencerdaskan dan mensejahterakan rakyatnya, pada kesempatan ini pendidikan itu merupakan kebutuhan fundamental karena pendidikan akan mempersiapkan SDM,” tambah Hudiono.

Peserta yang tergabung berasal dari semua lini pendidikan dari PAUD-TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga Perguruan Tinggi yang tersebar di Kota Kediri, juga Surabaya, Malang, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, Bojonegoro, Madura hingga provinsi lain seperti Bali, Sumatra, NTT, Kalimantan, DKI Jakarta, Jawa Barat. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar