Pendidikan & Kesehatan

PGRI Jember: Pendidikan Karakter Ciri Pendidikan Pasca Covid-19

Jember (beritajatim.com) – Selama satu bulan lebih para siswa sudah ‘bersekolah di rumah’ karena dampak pandemi Covid-19. Pembelajaran di rumah ini ternyata bukan hal mudah.

Supriyono, Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengatakan situasi saat ini tak terpikirkan, sehingga program-program pendidikan tidak tertata sistematis. “Seperti saran Menteri Pendidikan dengan konsep ‘merdeka belajar’, yang disampaikan ke siswa jangan berat-berat. Tapi bagaimana sikap mereka tersentuh,” katanya, Kamis (23/4/2020).

“Dengan pembelajaran daring atau di TVRI, kita diberikan contoh bahwa pembelajaran tidak harus runtut seperti di kurikulum. Artinya, tugas-tugas yang diberikan guru bukan yang diberikan pada saat normal di kelas, tapi bagaimana anak-anak tetap ada aktivitas, tetap gembira mau melaksanakan tugas itu,” kata Supriyono.

Supriyono berharap, guru-guru bisa terilhami dengan diinginkan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. “Jadi tidak susah-susah. Ujian nasional ditiadakan. Ini kan langkah luar biasa. Pendidikan karakter menjadi ciri pendidikan kita ke depan,” katanya.

Ada hikmah positif di balik pandemi ini. “Paling tidak wali murid di sini ikut merasakan ternyata jadi guru tidak mudah. Wali terlibat maksimal dalam proses belajar mengajar. Tapi karena wali murid tidak semuanya guru, banyak yang marah-marah juga. Sumpek,” kata Supriyono.

“Paling tidak kita sabar dan sama-sama kita hadapi. Ke depan, pendidikan tidak akan serumit yang kita bayangkan. Kita sudah mulai mengacu, bahwa negara-negara yang memiliki tingkat pendidikan maju bukan dari pelajaran yang sulit. Tapi kemampuan literasi dan numerasi yang perlu ditingkatkan,” katanya.

“Oleh sebab itu, wali murid jangan berpikir siswa harus bermatematika yang ruwet. Itu bukan tidak perlu. Itu perlu, tapi mungkin hari ini teman-teman guru tidak akan menyampaikan sesulit itu. Kalau ada tugas yang susah, ya silakan berkomunikasi, karena guru-guru sudah dibekali kemampuan untuk melayani wali murid sebaik-baiknya, sehingga wali mendapatkan pelayanan informasi yang cukup menyenangkan,” kata Supriyono. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar