Pendidikan & Kesehatan

PGRI: Gembar-gembor Hak Asasi, Tapi GTT Jember Belum Sejahtera

Ketua PGRI Jember Supriyono

Jember (beritajatim.com) – Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendesak agar pemerintah daerah memperhatikan kesejahteraan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap di sekolah dengan lebih serius.

“Kalau kita gembar-gembor masalah kemanusiaan, masalah hak asasi, ini ada pelanggaran kemanusiaan, ini ada pelanggaran hak asasi manusia,” kata Ketua PGRI Jember Supriyono, Jumat (6/9/2019).

“GTT ini termarjinalkan padahal perannya luar biasa terhadap pelayanan pendidikan,” kata Supriyono.

GTT dan PTT berjasa besar namun kesejahteraan mereka sampai saat ini belum mendapat perhatian maksimal dari Pemerintah Kabupaten Jember. “Sekali lagi kepada pemerintah daerah, kepada Ibu Bupati, untuk segera memberikan kebijakan yang bisa melindungi eman-teman guru,” kata Supriyono.

“Kita minta seriuslah, karena kasihan kepada guru-guru. Kita bicara pembangunan sumber daya manusia, tapi jangan hanya jargon. Kami harapkan serius. Kalau sementara ini dhuafa memang harus diperhatikan, jangan-jangan guru ini masuk golongan dhuafa. Padahal mereka harus punya semangat dan motivasi yang baik. Semuanya harus di-support dengan kebijakan, termasuk menyejahterakan mereka,” kata Supriyono.

“Coba ditulis besar. Tidak apa-apa. Kami siap, PGRI punya pendapat seperti itu,” kata Supriyono.

Supriyono berharap ada alokasi anggaran khusus yang lebih besar untuk meningkatkan gaji GTT dan PTT. Apalagi APBD Jember memiliki sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) ratusan miliar rupiah. “Seandainya (anggaran pendidikan dalam APBD Jember) ditambah Rp 35 miliar (untuk gaji GTT dan PTT), saya kira guru-guru merasa nyaman, meski pun tidak harus sama dengan PNS,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar