Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Petugas Vaksinasi di Pasuruan Jemput Bola untuk Lansia dan Ibu Hamil

Wakil Bupati Pasuruan Gus Mujib

Pasuruan (beritajatim.com) – Percepat vaksinasi lansia dan ibu hamil, vaksinator lakukan jemput bola di pelosok desa. Hal ini merupakan instruksi Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron supaya memanfaatkan titik kumpul yang bisa dijangkau oleh peserta vaksinasi.

Dengan demikian akan mempermudah titik kumpul sehingga akan lebih mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Vaksinasi Door to Door untuk Lansia dan Ibu Hamil yang digelar secara virtual, Wakil Bupati menekankan beberapa hal penting kepada seluruh peserta.

Baik kepada Kepala Dinas Kesehatan dr Ani Latifah dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat, Kepala Puskesmas maupun Forkopimda Kabupaten Pasuruan agar bersatu-padu menyukseskan vaksinasi kolaborasi.

“Mari kita bersama-sama sukseskan vaksinasi kolaborasi. Tenaga entri data kami mohon supaya cepat diproses dan diselesaikan. Untuk mempercepat bisa melibatkan Perangkat Desa”, ujar Gus Mujib.

Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut juga meminta ada percepatan dalam hal entry data. Mulai dari proses pengolahan data sampai pendaftaran. Maka dari itu, seluruh pimpinan wilayah diharapkan dapat menambah tim petugas entri data dari Pemerintah Desa setempat.

“Selain dibutuhkan kerjasama dalam menyukseskan vaksinasi lansia dan ibu hamil, saya harapkan semua pihak bisa membantu sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. Bahwa vaksin aman dan halal, seperti yang sudah dibahas ulama sebelumnya, baik dari pengurus NU, Muslimat maupun Fatayat”, tuturnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Gus Mujib sekaligus memerintahkan kepada Forkopimcam agar lebih aktif dalam melaksanakan patroli pengawasan penerapan protokol kesehatan. Hal itu mengingat adanya potensi banyak warga yang akan punya hajat selama bulan Oktober 2021.

“Bulan-bulan ini, mohon dari Kecamatan untuk mengadakan patroli, karena banyak kegiatan hajatan pernikahan. Mohon perhatian Forkopimcam dan Kepala Desa agar tidak memberikan izin dan rekomendasi”, tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Anang Saiful Wijaya menambahkan, kesuksesan pencapaian vaksinasi lansia dan ibu hamil merupakan tolak ukur indikator penerapan Level PPKM di Kabupaten Pasuruan. Oleh karena itu, untuk mempercepat perubahan dari Level 3 menjadi Level 2, semua pihak diminta bekerjasama dalam pelaksanaan vaksinasi kolaborasi.

“Selama tidak ada peningkatan pelaksanaan vaksinasi, kita akan dirugikan. Semua jenis kegiatan juga harus dibatasi. Tidak hanya di tempat umum saja, tapi juga aktivitas kegiatan masyarakat. Kasihan masyarakat yang terdampak. Jadi, ayo kita bersama-sama sukseskan vaksinasi lansia dan ibu hamil yang dilaksanakan hari Jumat dan Sabtu”, tukasnya. (ada/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar