Pendidikan & Kesehatan

Petrokimia Gresik Suplai Liquid Oksigen ke Luar Provinsi Jatim dan 13 BUMN

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo (kiri)

Gresik (beritajatim.com) – Kendati kasus Covid-19 di Jawa Timur terus melandai, hal itu tidak menyurutkan PT Petrokimia Gresik (PG) terus memproduksi liquid oksigen melalui unit Air Separation Plant (ASP). Unit tersebut sempat tidak berproduksi selama 10 tahun, dan kini berproduksi kembali dengan kapasitas 23 ton liquid per-hari.

Dari total produksi tersebut, tidak hanya untuk menyuplai kebutuhan di Jawa Timur dan 13 BUMN. Namun, Petrokimia Gresik juga menyuplai kebutuhan di luar Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo melihat langsung bagaimana ASP diproduksi. Gubernur pertama perempuan itu mengapresiasi Petrokimia Gresik yang membantu kebutuhan oksigen.

Dirut PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, unit ASP difungsikan kembali sejak 15 Agustus 2021 setelah mendapat arahan dari Kementerian BUMN.

“Kami baru bisa membantu kebutuhan oksigen sebanyak 50 ton per minggu. Namun dengan adanya ASP ini bisa 23 ton per hari. Selama ini kami juga membantu provinsi lain. Dengan adanya ASP, kebutuhan oksigen akan lebih dari cukup,” tuturnya, Senin (30/8/2021).

Ia menambahkan, keberadaan ASP melengkapi sederet upaya yang telah dilakukan Petrokimia Gresik dalam penanggulangan Covid-19. Sebelumnya di tahun ini, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim telah menyalurkan bantuan oksigen medis sebanyak 175,5 ton untuk 30 rumah sakit yang tersebar di 4 provinsi dan 17 kabupaten/kota.

Sementara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, adanya ASP ini merupakan bagian dari memperkuat kebutuhan oksigen di Jatim. “Saat ini kasus covid di Jawa Timur cenderung melandai. Angka bed occupancy rate (BOR) di Jawa Timur hanya 30,67 persen. Penyerahan bantuan liquid oksigen sebagai langkah kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Pasalnya, Juli 2021 lalu Jawa Timur sempat kewalahan terkait kebutuhan oksigen pasien covid,” ujarnya.

Bantuan berupa liquid oksigen ini nantinya akan diolah oleh 13 perusahaan penerima itu menjadi oksigen. Nantinya, pihak perusahaan yang mendistribusikan kepada sasaran. “Kami ingin pemerintah, Pemprov, Perusahaan semuanya membangun kesiapsiagaan secara bersama. Bantuan ini juga akan dikirim ke luar Jawa Timur,” tandasnya. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar