Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Peternak di Malang Rutin Jaga Kebersihan dan Suntik Vitamin untuk Cegah PMK

Peternak sapi di sentra industri kripik tempe Sanan, Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Peternak sapi di kawasan sentra industri kripik tempe Sanan, Kota Malang rutin menjaga kebersihan dan menyuntik vitamin pada hewan ternak sapi mereka.

Pola perawatan seperti ini rutin dilakukan untuk mencegah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menular di sejumlah daerah.

Suko Dwi Hasan Suwito (34 tahun) salah satu peternak di sentra kripik tempe Sanan mengatakan, Total populasi sapi di daerah ini berjumlah sekira 500 ekor sapi dengan jenis peranakan limosin dan peranakan simental. Sejauh ini tidak ada hewan ternak yang terserang wabah PMK.

“Allhamdulilah tidak ada yang terkena sehat semua, luka tidak ada. Kami disini perawatan¬† higienis kami rutin suntik vitamin 3 bulan sekali terdiri dari vitamin cacing, B Komplek, dengan biasaya Rp90 ribu sampai Rp70 ribu,”¬† kata Dwi, Senin, (16/5/2022).

Selain membersihkan kandang, memandikan hewan ternak dan suntik vitamin. Makanan hewan ternak atau sapi di daerah ini juga diberi makanan bernutrisi yakni ampas kedele sisa pengolahan tempe selain rumput. Dwi menuturkan, peternak sapi di daerah Sanan tidak begitu khawatir selain belum ditemukan kasus ini di Sanan.

Apalagi, perawatan hewan ternak di Sanan juga dilakukan dengan baik. Sapi disini memiliki bobot yang cukup besar, sebab selain diberi makan rumput sapi juga diberi makan ampas kedelai. Ampas kedelai disini mudah didapat sebab semua peternak merupakan pengerajin tempe.

“Kita beri makan itu sehari dua kali pagi dan sore. Rumput dan satu ember ampas kedelai,¬† disini kedelai melimpah karena kita semua pengerajin tempe. Sehingga sapi disini memang ukurannya besar-besar sampai 1 ton,” papar Dwi.

Di sentra kripik Sanan, sapi yang dipelihara oleh peternak untuk sapi pedaging. Semuanya sapi jantan. Biasanya mereka menjual sapi kepara pemboleng atau jagal sapi. Nantinya oleh para jagal sapi, daging sapi didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Malang. Dwi juga mengungkapkan tidak ada penurunan harga meski wabah PMK menyerang. Bahkan harga daging sapi cenderung naik.

“Disini sapi pemasok daging, sapi peternak jadi daging disuplai ke pasar induk atau rumah potong hewan. Harga juga tidak ada penurunan, kami untuk sapi peranakan limosin dijual Rp25 juta sampai Rp30 juta ke atas. Untuk simental untuk ukuran sedang dijual dengan harga Rp17 sampai Rp19 juta,” tandas Dwi. (luc/ted)

 

 

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar