Pendidikan & Kesehatan

Peserta UTBK Puji Kesigapan Protokol Kesehatan di Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk masuk ke jenjang Perguruan Tinggi diadakan di beberapa kampus, salah satunya di Universitas Airlangga (Unair).

Di tengah pandemi, UTBK harus dilakukan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19, termasuk di antaranya pelaksanaan Rapid Test yang diwajibkan oleh Wali Kota SurabayaTri Rismaharini. Terkait hal ini, Unair pun menyediakan layanan rapid tes gratis, yang banyak mendapatkan apresiasi dari para peserta.

Salah seorang peserta UTBK Unair 2020 Nur Lailatul Fitriyah Abidin mengatakan, pelaksanaan UTBK di Unair berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi kesigapan Unair menjalankan protokol kesehatan bagi para peserta.

“Pelaksanaan UTBK di Unair sangat mematuhi protokol kesehatan. Sistemnya juga teratur dan tertib sehingga memudahkan para peserta,” ungkapnya, Kamis (9/7/2020).

Sebelum UTBK dimulai, panitia mengarahkan peserta untuk menjalankan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, jaga jarak aman, serta cek suhu tubuh. Kemudian saat masuk ruangan wajib menggunakan masker, sarung tangan, dan menggunakan hand sanitizer. Jika tidak membawa alat kesehatan tersebut, panitia telah menyediakan alat kesehatan bagi peserta UTBK.

Peserta asal SMAS Al-Multazam Mojokerto ini juga mengapresiasi adanya Rapid Test gratis bagi para peserta. Menurutnya hal itu sangat memudahkan peserta yang belum melakukan rapid test. Karena surat keterangan hasil tes tersebut menjadi salah satu syarat wajib dalam mengikuti UTBK.

Sementara menurut Salsa Oktavia Dwi Puspitasari, pelaksanaan UTBK Unair sangat mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. “Pelaksanaan UTBK di Unair sudah baik, terutama dalam mematuhi protokol kesehatan. Para peserta sangat terbantu dengan kesiapan Unair dalam melaksanakan UTBK tahun ini,” katanya.

Ia yang melaksanakan UTBK di Laboratorium Komputer 2 Unair ini berharap dapat diterima sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga tahun ini.

Kepada peserta yang tidak bisa mengikuti ujian karena suhu tubuhnya tidak memenuhi syarat, atau hasil Rapid Test-nya reaktif tetap dapat mengikuti ujian tahap II, yang dilaksanakan pada 20-29 Juli 2020.

Seperti salah satu peserta UTBK Unair Daffa Dzaki yang harus mengikuti ujian tahap II karena hasil Rapid Test miliknya menunjukkan reaktif. Peserta ini awalnya melakukan Rapid Test di Kampus B Unair pada Selasa (7/7) pukul 08.20 WIB sebagai persyaratan untuk mengikuti UTBK.

Namun terjadi perubahan hasil Rapid Test dari nonreaktif menjadi reaktif. Meski jarang terjadi, Daffa Dzaki harus menerima hasil tersebut dan menunda ujian di tahap II. Pihak Unair menjelaskan, penundaan ujian dilakukan untuk melindungi Daffa Dzaki agar dalam kondisi sehat saat melaksanakan UTBK Unair 2020. Unair juga telah bertemu langsung dengan orang tua Daffa Dzaki.

“Prinsipnya panitia dan keluarga sangat mendukung agar saudara Daffa bisa mengikuti ujian UTBK tahap kedua,” ujar Ketua Panitia UTBK Pusat Universitas Airlangga Surabaya Prof Junaidi Khotib.

Ia menjelaskan, segala bentuk keputusan panitia dilakukan berdasarkan prosedur protokol pencegahan Covid-19 dan aturan yang dikeluarkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Unair terus memaksimalkan upaya pemenuhan pelaksanaan protokol kesehatan dalam UTBK tahun ini di seluruh lokasi pusat UTBK Unair. Seluruhnya didasarkan pada asas-asas protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar