Pendidikan & Kesehatan

Peserta Lomba Medspin FK Unair Tetap Antusias dan Semangat

Surabaya (beritajatim.com) – Rangkaian kegiatan lomba Medspin (International Medical Science and Application Competition) yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) diselenggarakan pada 16-17 November 2019.

Medspin merupakan perlombaan sains kedokteran terbesar se Indonesia yang telah diadakan sejak 2002 lalu. Tiap tahunnya Medspin diikuti oleh 17.500 peserta dari dalam dan luar negeri. Tema kali ini adalah “Pediatric and Congenital Disease” dinilai menjadi isu yang menarik untuk diikuti dan dipelajari oleh siswa SMA.

Pada hari ini perlombaan yang diadakan adalah Rally dan Poster Public yang sudah memasuki quarter final dan semifinal. Para peserta yang hadir dari berbagai daerah menikmati keseruan perlombaan ini. Nampaknya tidak ada suasana tegang yang mendominasi seperti perlombaan sains lainnya. Hal ini memang menjadi ciri khas FK Unair dalam menyelenggarakan lomba sains, dikemas se menarik dan atraktif mungkin.

Contohnya pada perlombaan rally, para peserta harus berlari mencari point dengan cara memecahkan games” yang berisikan soal disetiap pos posnya. Pos pos tersebut tersebar di pelosok kampus A Unair. Selain itu, lomba poster public pun dibuat menyenangkan karena setiap tim mendapat pembimbing atau LO dari panitia, untuk itu peserta menjadi lebih tenang karena ada yang mendukung dan memberikan pengarahan.

Seperti halnya, peserta asal SMA Yos Sudarso Batam yang dengan antusias datang jauh jauh untuk mengikuti perlombaan ini. Joel Foo bahkan sempat mimisan karena kelelahan dengan perjalanan dan aktivitas yang padat untuk mempersiapkan materi lombanya dengan baik.

“Maaf ya mbak, saya mimisan,” ungkapnya saat diwawancarai,┬áberitajatim.com, Sabtu (16/11/2019).

Joel yang mengikuti tangkai lomba poster public mengatakan bahwa dirinya sering mimisan jika kelelahan. Namun hal tersebut tidak menjadikan alasan untuk tidak semangat dan antusias mengikuti perlombaan.

“Sudah biasa, nanti berhenti sendiri (mimisan,red) tidak jadi masalah saya merasa senang dan antusias. Lagi pula kegiatan ini asik dan worhty dilakukan,” ungkap Joel.

Christin Ivana Joeng, teman satu tim Joel Foo mengatakan bahwa mereka rela datang jauh dan mengeluarkan dana lumayan besar untuk transportasi pesawat dari Batam ke Surabaya karena ingin mendapat pengalaman di Medspin ini. Christin mengaku bahwa biaya transportasi pesawat hanya diakomodasi setengahnya, sisanya menjadi tanggung jawab masing-masih.

“Ya tiket pesawat Rp.2.600.000 pulang pergi kami bayar separuhnya jadi Rp.1.300.000 tapi itu tidak masalah karena kami ingin dapat pengalaman baru dan kalau menang sertifikatnya jadi penunjang untuk masuk ke perguruan tinggi,” terang Christin.

Mereka mengaku menjadi pioneer dari sekolahnya dalam ajang Medspin ini. Sebelumnya sekolah tidak pernah mengeluarkan delegasinya untuk ajang yang setara.
“Kakak kelas dulu tidak ada yang ikut, jadi kami yang pertama dari sekolah. Ini juga jadi pengalam pertama kami ikut perlombaan kesehatan seperti ini,” tukasnya.

Mendapat info dari official account osis sekolah, mereka bertekad mengikuti poster public karena kesenangan mereka akan dunia kesehatan dan design. Christin sendiri ingin kuliah jurusan design di Jerman dan mengharap apa yang diperolehnya di kegitan ini mampu menjadi penunjang cita citanya.

Ia pun mengaku didukung dan berikan pendampingan oleh pihak sekolah sehingga menjadikan persiapan mereka lebih matang. Selain itu semua peserta Medspin diberikan akodasi penginapan di Asrama Haji Sukolilo, Transportasi dari Asrama ke Unair dan makanan oleh panitia.[adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar