Pendidikan & Kesehatan

Pesan WA Kondisi RSUD Dr Soetomo Ada Penumpukan Pasien, Ini Faktanya

Surabaya (beritajatim.com) – Beredar kabar melalui pesan whatsapp yang menyebutkan bahwa situasi di RSUD Dr Soetomo mengalami penumpukan pasien Covid-19. Dalam pesan whatsapp tersebut juga disebutkan bahwa ada sekitar 75 tenaga medis (baik dokter, PPDS, Guru Besar hingga staff rumah sakit) yang infeksi Covid-19.

Selain menyebutkan jumlah nakes yang terinfeksi Covid-19, pesan ini juga menyebut beberapa nama, pejabat tinggi dan seorang guru besar.

Terkait hal itu, Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengatakan  kepada beritajatim.com, Minggu (3/1/2020) bahwa pesan tersebut bukanlah pengumuman resmi dari pihak Management RSUD Dr Soetomo.

“Pesan itu bukan pesan resmi dari Management RSUD Dr Soetomo, kami tidak tahu siapa yang menyebarkan, ini sedang kami selidiki,” ujar dr Joni.

Lebih dari itu, dr Joni menegaskan bahwa menyebut nama seseorang sebagai informasi medis ke publik tanpa izin atau persetujuan dari pasien dan atau keluarga pasien adalah melanggar kode etik.

“Lagi pula dalam pesan itu disebut nama, itu langgar kode etik, kita tidak boleh mengungkapkan nama jika pasien tidak berkenan, untuk itu kami tegaskan bahwa pesan itu bukan pernyataan resmi dari Management RSUD Dr Soetomo,” tegasnya.

Direktur Utama RSU dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi

Terkait pasien Covid-19 yang disebutkan  menumpuk baik di IGD Khusus Penyakit Menular atau Infeksi dan IGD Umum, Dr Joni mengatakan bahwa memang terjadi peningkatan.

“Memang terjadi peningkatan jumlah pasien , masalah penumpukan di IGD Umum itu karena harus ada diagnosis terlebih dahulu sebelum masuk IDG Infeksi, setelah itu juga masih diperlukan waktu untuk sirkulasi pasien dan perpindahan pasien,” pungkasnya.[adg/ted]

 

Berikut Pesan Berantai yang beredar di WA

Assalamualaikum,
Mohon izin memohon ketulusan dan kerendahan hati untuk mendoakan, izin menginformasikan siang ini kondisi IGD Rsud dr.Soetomo Surabaya dipenuhi pasien confirmed covid

– IGD non infeksi (bercampur bedah dan non bedah) sebanyak 31 pasien confirmed belum bisa dipindah
– IGD infeksi (dengan gejala respirasi total kapasitas 50 bed) sebanyak 37 pasien masih disana menunggu kamar isolasi
RSUD dr. Soetomo kehabisan ruang isolasi khusus penyakit menular karena penuhnya kapasitas

Beberapa rekan kami, diantaranya
– 2 orang ppds pediatri
– 5 orang ppds IPD
– 2 orang ppds paru
– 1 orang ppds Urologi
– 1 orang ppds Bedah TKV
– 7 orang ppds Ilmu bedah (salah satunya teman seangkatan saya sedang perawatan intensif isolasi khusus)
– 3 orang ppds anestesi
– 2 orang ppds Orthopedi

Hingga staf pengajar kami, dari
– 1 staf senior Ilmu Kulit Kelamin
– 1 staf senior Ilmu Bedah
– Guru besar Ilmu Bedah Indonesia Prof. Martatko, dr. SpB(K)Onk (salah satu pendiri Perhimpunan Bedah Onkologi Indonesia) beserta ibu
– 2 staf senior Bedah Saraf

Serta sejumlah 7 perawat IGD dan 21 petugas kamar operasi emergency kami juga terinfeksi.
Sejumlah operasi emergency di bidang bedah Digestif dan bedah Vaskular, serta Orthopedi pun belum terlaksana karena hanya 1 kamar operasi yang dibuka.

Dan juga, telah masuk perawatan intensif isolasi RSUD dr. Soetomo Bpk. Armuji, wakil walikota Surabaya terpilih.

Semoga cobaan dapat kami lalui sehingga pelayanan dapat kembali optimal
Kembalilah sehat Indonesia, kembali sehat Surabaya
Wani…!!!

Surabaya, 31/12/2020



Apa Reaksi Anda?

Komentar