Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Perusak Situs Peninggalan Raja Bameswara Kediri Dilaporkan Polisi

Kediri (beritajatim.com) – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) resmi melaporkan kasus perusakan situs cagar budaya di Kabupaten Kediri ke polisi. Mereka datang ke Polres Kediri bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri.

Paska adanya temuan pengrusakan terhadap situs sejarah berupa ambang pintu kerajaan peninggalan Raja Bameswara di Desa Jambean Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri DK4 dan Disparbur, bersama komunitas pelestari budaya datang ke Polres Kediri untuk membuat laporan resmi. Mereka berharap kepolisian dapat segera menangkap pelaku pengrusakan situs yang memiliki nomor registrasi 88 Tahun 1996 tersebut.

“(Laporan) ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam melindungi cagar budaya,” Yuli Marwanto, Kabid Sejarah Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Sementara itu, Imam Mubarok, Ketua DK4 mengatakan, sebagai bukti pengrusakan cagar budaya dalam pelaporan tersebut juga disertakan foto-foto benda yang dirusak. Foto-foto itu mereka ambil kemarin saat mendatangi situs yang biasa disebut Watu Gilang itu.

“Benda tersebut merupakan cagar budaya dengan nomor registrasi 88 Tahun 1996,” kata Imam Mubarok.

Pemerintah Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat agar bersama-sama turut menjaga benda-benda peninggalan sejarah. Yang hampir menyeluruh ada di wilayah Kabupaten Kediri.

“Kita perlu jaga bersama-sama,” tutup Imam Mubarok. [nm/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar