Pendidikan & Kesehatan

Persiapkan PPKM Mikro, Polres Tinjau Kampung Tangguh Semeru

Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia saat meninjau kesiapan Kampung Tangguh Semeru di Desa Campurrejo

Bojonegoro (beritaatim.com) – Sebagai bentuk kesiapan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia meninjau Kampung Tangguh Semeru (KTS) Desa Campurrejo Kecamatan Kabupaten Bojonegoro.

Kapolres mengatakan, Desa Campurejo selama ini sudah memenuhi syarat dan layak serta sesuai dengan protokol kesehatan seperti adanya papan himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 5M. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Selama diberlakukannya PPKM Mikro KTS, lanjut Kapolres, akan menjadi solusi di desa dalam pencegahan penyebaran virus corona. Dalam KTS harus ada sinkronisasi semua pihak untuk mewujudkan Kampung Tangguh Semeru (KTS) yang sempurna. KTS harus diberdayakan sebagai ketahanan kesehatan, ketahanan keamanan, ketahanan pendidikan, serta sebagai sarana sumber informasi.

“Kebersamaan dalam pelaksanaan KTS juga berhasil menciptakan empathy building dan social bonding dalam pelaksanaan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19,” ungkap Kapolres Bojonegoro, Kamis (11/2/2021).

Kampung Tangguh Semeru, merupakan format yang menggunakan berbagai pendekatan melibatkan partisipasi masyarakat. Inovasi yang telah diciptakan oleh Polda Jatim bersama dengan dukungan Pemprov Jatim, Kodam V Brawijaya, dan Pemerintah Kota/Kabupaten untuk menciptakan satuan terkecil berbasis partisipasi masyarakat yang mampu bergotong-royong dalam penanganan COVID-19.

“KTS sebagai solusi untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dari level bawah, dari tingkat desa, RT dan lingkungan keluarga,” tutup Kapolres Bojonegoro.

Untuk diketahui, saat ini jumlah KTS di Kabupaten Bojonegoro ada 73. Dengan harapan adanya KTS bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara Kepala Desa Campurrejo Edi Sampurno mengatakan, untuk kesiapan pemberlakuan PPKM Mikro ini, pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana. Termasuk memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi penderita Covid-19 yang kondisinya kurang mampu. “Selain itu, juga sudah disediakan tempat isolasi mandiri dan dapur umum. Selain itu, Balai Desa menjadi posko,” ugkapnya. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar