Pendidikan & Kesehatan

Persiapan Masuk Sekolah Sudah 95 Persen

Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan mulai mempersiapkan pelaksanaan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk satuan pendidikan di wilayah setempat, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bahkan persiapan pelaksanaan proses PTM diklaim sudah mencapai angka 95 persen, termasuk proses pelaksanaan yang akan dilakukan secara bertahap. Khususnya pasca dilakukan survei ke beberapa sekolah di lingkungan Disdik Pamekasan.

“Persiapan (pelaksanaan proses PTM) sudah 95 persen, insya’ Allah fix. Apalagi sudah kami lakukan pengecekan ke salah satu SMP untuk kesiapan pelaksanaan proses ini,” kata Kepala Disdik Pamekasan, Akhmad Zaini, Senin (21/9/2020).

Selain itu, pihaknya menyampaikan proses PTM tersebut nantinya akan dilakukan secara bertahap khususnya untuk tingkat satuan pendidikan. “Pertama untuk SD dan SMP dulu, selanjutnya baru tingkat TK (Taman Kanak-Kanak) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Untuk tingkat SD dan SMP, insya’ Allah mulai Rabu (23/9/2020) mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut ditegaskan, penerapan tersebut disesuaikan dengan prasyarat sesuai dengan Perubahan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Melaksanakan PTM di Pamekasan. Di antaranya harus dipenuhi.

Update peta sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Minggu (20/9/2020).

“Sesuai edaran, syaratnya kabupaten Pamekasan harus zona kuning. Kesiapan sekolah atau satuan pendidikan terkait sarana perasaan harus sesuai dengan standar Covid-19, termasuk hasil kesepakatan dengan komite sekolah dan persetujuan dari orang tua murid. Hal itu sudah kita siapkan semua,” tegasnya.

Bahkan pelaksanaan proses PTM juga direncanakan dilakukan serentak untuk satuan pendidikan tingkat SD dan SMP, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Penerapan proses PTM rencananya kita laksanakan serentak, tentunya dengan pagu 50 persen. Artinya tetap menerapkan physical distancing,” jelasnya.

“Dengan rencana ini, tentunya kami berharap agar siswa dan guru termasuk orang tua nantinya juga harus mentaati protokol kesehatan sebagai langkah antisipatif sekaligus mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal,” pungkasnya.

Sebelumnya pihaknya juga sudah menerapkan dua model pembelajaran berbeda pada masa kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19, yakni model pembelajaran sistem dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Hal itu berdasar panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Sementara untuk update sebaran wabah virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Minggu (20/9/2020) kemarin. Terdata sebanyak 318 orang dinyatakan positif Covid-19, meliputi sebanyak 17 orang dalam perawatan, 30 orang meninggal dunia dan 271 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Untuk status suspect terdata sebanyak 855 orang, jumlah tersebut meliputi sebanyak 32 orang dalam status pengawasan, 51 orang meninggal dunia, serta sebanyak 772 orang dinyatakan selesai alias negatif Covid-19. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar