Pendidikan & Kesehatan

Persentase Angka Kematian Covid-19 di Ponorogo Lebih Tinggi dari Nasional

Kadinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo akhirnya kembali terjerembab ke zona merah Covid-19. Perubahan zonasi pandemi Covid-19, dari zona orange ke merah ini, sudah diperkirakan beberapa pihak. Itu lantaran kondisi virus corona di bumi reyog memang cukup mengkhawatirkan.

“Dalam 1,5 bulan terakhir, angka kematian di Ponorogo cukup tinggi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Selasa (19/1/2021).

Irin sapaan karib Rahayu Kusdarini menyebut jika saat ini angka kematian di Ponorogo mencapai 5 persen. Angka tersebut diatas rata-rata nasional yang hanya 3 persen. Selain itu, angka kesembuhan Ponorogo juga dibawah rata-rata nasional. Jika saat ini angka kesembuhan Ponorogo mencapai 70 persen, sedangkan untuk rata-rata nasional mencapai angka 80 persen. “Jadi ya tidak heran, jika Ponorogo masuk zona merah. Sebab, prosentase angka kematian diatas rata-rata nasional dan kesembuhan juga dibawah nasional,” katanya.

Kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kata Irin perlu mendapatkan perhatian semua pihak. Bukan hanya satgas, TNI dan Polri tetapi juga masyarakat. Dia meminta masyarakat dengan penuh kesadaran untuk disiplin patuh terhadap protokol kesehatan (protkes). Protkes yang dimaksudkan dengan 3 M, bahkan untuk saat ini ditingkatkan menjadi 5 M, ditambah menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Supaya bisa menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Ponorogo,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, tambahan kasus konfirmasi baru setiap harinya, akhirnya membuat Ponorogo kembali ke zona merah Covid-19. Status zona merah yang disematkan ke bumi reyog ini, akhirnya menyusul beberapa kabupaten/kota sekitar yang lebih dulu berstatus zona merah. Penetapan zona merah Covid-19 di Ponorogo itu dibenarkan oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. “Iya, hari ini Ponorogo ditetapkan sebagai zona merah Covid-19,” kata Ipong, Senin (18/1/2021).

Beberapa hari terakhir, Ipong sudah mengira Ponorogo akan masuk zona merah lagi. Sebab, menurutnya penambahan kasus konfirmasi baru tidak pernah berhenti. Setiap hari selalu ada tambahan. Selain itu, jika dirinya melihat data, angka kesembuhan juga tidak berbanding lurus dengan penambahan kasus baru. “Kalau angka kesembuhan berbanding lurus ya lumayan. Bisa menekan supaya tidak terjerembab ke zona merah,” katanya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar