Pendidikan & Kesehatan

Perpanjangan PSBB di Gresik, Fokus Pasar dan Sektor Industri

Gresik (beritajatim.com) – Perpanjangan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) 14 hari ke depan mulai 9 hingga 25 Mei 2020 di wilayah Gresik, difokuskan pada sektor ekonomi. Utamanya di pasar dan sektor industri.

Ada alasan difokuskannya pda dua sektor tersebut. Pasalnya, Satgas Penanganan Covid-19 mengkuatirkan munculnya klaster baru.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Gresik Nadlif menuturkan, mengenai perpanjangan PSBB itu pihaknya sudah mewajibkan industri melakukan rapid tes mandiri. Kemudian nanti pasar juga akan seperti itu.

“Yang jelas para pedagang wajib menerapkan physical distancing. Mumpung kami masih mengizinkan buka, sebab kalau ada yang positif, terpaksa harus kami tutup,” tuturnya, Sabtu (9/05/2020).

Ia menambahkan, untuk evaluasi cek poin di perbatasan Gresik, selama ini tidak dijumpai kasus terkonfirmasi positif maupun risiko. Karena itu, Satgas memindahkan fokus cek poin di masing-masing desa.

“Di sana dianggap lebih efektif. Karena itu, tiap desa diwajibkan membuka akses jalan hanya satu pintu keluar masuk. Baik warga situ maupun orang luar harus diperiksa,” imbuhnya.

Alasan pemfokusan PSBB di tingkat desa lanjut Nadlif, karena dianggap belum optimal. Penyebabnya, meski para petugas berjaga 24 jam, tetapi nol ditemukan orang yang berisiko.

“Kalau fokus di desa nanti bisa lebih optimal dan lebih ketat lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 drg Saifuddin Ghizali mengatakan, data per 9 Mei 2020 Covid-19 di Gresik, tidak ditemukan kasus baru.

“Pasien yang terpapar positif ada 37 orang. Pasien dengan pengawasan (PDP) 166 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) ada 1.139 orang,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar