Pendidikan & Kesehatan

Pernah Rawat Pasien Positif, Puskesmas Jetis Batasi Pelayanan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Puskesmas Jetis sejak seminggu yang lalu membatasi pelayanannya. Yakni untuk sementara tidak melayani pelayanan rawat inap dan unit gawat darurat (UGD). Pembatasan pelayanan itu dilakukan untuk memproteksi tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di puskesmas tersebut terhindar dari Covid-19. Sebab, beberapa waktu yang lalu, ada salah satu pasien yang pernah dirawat di sana selama 3 hari terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jadi ada pasien yang pernah dirawat di puskesmas Jetis, karena alasan medis dirujuk di rumah sakit. Nah setelah dilakukan pemeriksaan tes swab ternyata yang bersangkutan positif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Jumat (11/9/2020).

Irin sapaan akrab Rahayu Kusdarini mengungkapkan sebenarnya nakesnya yang tersebar di 31 puskesmas di Ponorogo sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri (ADP), ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat atau pasien. Meski harus diakui, kalau peralatan APD tidak selengkap di rumah sakit. Sehingga ketika mereka merawat yang positif, ada kekhawatiran dari para nakes kalau terjadi kebocoran.

“Bisa saja dan ada kemungkinan sebagian tenaga nakes tertular dari pasien tersebut,” katanya.

Sehingga untuk melindungi nakes, sementara waktu tutup beberapa pelayanan. Sebab, ada sekitar 12 nakes yang bertugas di Puskesmas Jetis berkontak dengan pasien positif tersebut. Saat ini para nakes itu sudah dilakukan pemeriksaan PCR. Pemeriksaan PCR dilakukan sebanyak 2 kali. Irin menyebut hasil pemeriksaan pertama negatif.

“Ini masih menunggu hasil PCR yang ke-2, semoga semua nakes hasilnya positif sehingga bisa kembali melakukan pelayanan maksimal di Puskesmas Jetis,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar