Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pernah Ditegur Wabup, Sampah Masih Tetap Menumpuk

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kendati pernah ditegur dan diperintah oleh Wabup Sidoarjo H. Subandi soal melakukan penanganan sampah secara baik, hal itu sepertinya tak diindahkan oleh pihak Desa Entalsewu Kec. Buduran. Buktinya, di sepanjang Jalan Kemlaten, Desa Entalsewu, tepatnya samping makam islam desa setempat, kondisi sampah masih menumpuk dan tidak terurus.

Sampah plastik bercampur sampah rumah tangga masih memenuhi hampir separuh ruas jalan yang menghubungkan Desa Entalsewu dan Desa Sidokepung Kec. Buduran.

Ketua Kelompok Swadaya Masyatakat (KSM) Bersih Maju Bersama Zainuri mengatakan, dirinya dan dua orang tenaga akan segera melakukan penanganan sampah. “SK KSM baru saja turun, kini kami siap segera melakukan penanganan sampah,” katanya Kamis (4/11/2021).

Dia mengakui kondisi sampah sudah menumpuk banyak. Dirinya dan dua orang tenaga dan ada tambahan tenaga lainnya tidak berani melakukan penanganan, karena kemarin-kemarin, SK nya belum keluar.

Dalam penanganan sampah, dirinya juga akan meminta fasilitas dari desa soal armada dan pendukung lainnya. “Termasuk tempat untuk sampah yang sudah dipilah, juga harus ada tempatnya sendiri,” tandasnya.

Zainuri juga mengakui soal kondisi sampah di samping makam banyak yang mengeluhkan, karena berbau dan belum ada penanganan.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi ketika sidak kondisi sampah, Rabu (6/10/2021) lalu, terlihat kaget. Karena kondisi sampah menumpuk dan tidak ada penanganan.”Ini harus segera mendapat penanganan serius. Desa, dinas dan semua pihak harus segera bergerak,” perintah Subandi kala itu.

Saat sidak, Subandi langsung memberikan teguran kepada Kepala Desa Entalsewu, Sukriwanto dan memintanya agar segera melakukan Musyawarah Desa (Musdes) membahas penanganan persoalan sampah dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat(KSM).

Melalui KSM, penanganan sampah bisa dilakukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan cara memilahnya sebelum dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jabon. “Kepala desa harus bertanggung jawab dengan kondisi sampah yang ada di desanya. Harus ada musyawarah desa untuk mencari solusi persoalan sampah. Kita butuh tempat untuk pemilahan sampah di desa sebelum diangkut ke TPA,” tegas mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo itu. (isa/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar