Pendidikan & Kesehatan

Permintaan Trombosit di PMI Kota Mojokerto Naik

Mojokerto (beritajatim.com) – Permintaan trombosit di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Cabang Kota Mojokerto mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut tidak lepas dari banyaknya pasien demam berdarah di musim hujan ini.

Kepala UTD PMI Cabang Kota Mojokerto, dr Widyastuti mengatakan, setiap tahun permintaan trombosit di UTD PMI Cabang Kota Mojokerto mengalami kenaikan. “Tahun 2017 terdapat 509 trombosit yang mampu dipenuhi,” ungkapnya, Kamis (31/1/2019).

Sedangkan di 2018 terdapat 590 permintaan trombosit yang mampu dipenuhi. Sejak  November 2018, permintaan trombosit mengalami kenaikan hampir 30 persen. UTD PMI Cabang kota Mojokerto mampu memenuhi sebanyak 80 sampai 95 trombosit dari 150 lebih permintaan.

“Kita hanya mampu memproduksi trombosit dalam sehari sebanyak 16 sampai 20 kantong karena terkendala minimnya alat yang dimiliki. Kita hanya memiliki 4 lubang untuk memproduksi trombosit, sehingga hal itu menjadikan salah satu kendala,” katanya.

Jika permintaan trombosit tidak bisa dipenuhi maka UTD PMI Cabang Kota Mojokerto memberikan rekomendasi ke Surabaya dan Sidoarjo. Karena permintaan trombosit terus mengalami peningkatan sejak  November kemarin hingga kini, upaya yang dilakukan yakni bersiaga dan menyiapkan petugas.

“Kami berharap Walikota Mojokerto agar memberikan bantuan berupa alat untuk memperoses trombosit. Permintaan trombosit di Kota maupun Kabupaten Mojokerto tidak mampu terpenuhi lantaran terkendala minimnya alat. Untuk mendapatkan trombosit, pihaknya harus menunggu ada orang yang donor,” ujarnya.

Karena trombosit bisa diproses secara langsung dan hanya menunggu waktu 3 jam. Menurutnya, UDT PMI Cabang Kota Mojokerto tidak bisa memenuhi permintaan trombosit dari luar, melainkan hanya untuk warga Kota dan Kabupaten Mojokerto saja.

“Tapi ntuk pengambilan darah biasa, kami biasanya menjadi jujukan beberapa rumah sakit dari berbagai wilayah. Seperti, Lamongan, Jombang, Sidoarjo, Gresik, Surabaya hingga Malang. Untuk memenuhi stok darah, kami biasanya keliling ke luar Kota Mojokerto,” tuturnya.

Karena warga Kota Mojokerto sangat minim untuk donor darah. Padahal permintaan darah di UTD PMI Cabang Kota Mojokerto sangat tinggi sehingga UTD PMI Cabang Kota Mojokerto lebih sering melakukan donor keliling di luar wilayah Kota Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar