Pendidikan & Kesehatan

Permintaan Trombosit di Bojonegoro Melonjak

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro terus bertambah. Meningkatnya jumlah penderita DBD tersebut berpengaruh terhadap permintaan trombosit (TC). Tentu saja, permintaan TC juga melonjak.

Ketua Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, Dokter Hernowo mengatakan, selama Januari 2019 hingga hari ini (29/1/2019) jumlah permintaan trombosit sudah tembus 320 unit (kantong).

Jumlah tersebut meningkat jika dibanding pada Desember 2018 lalu sebanyak kurang lebih 122 unit. Desember lalu rata-rata permintaan trombosit 4-5 unit per hari, sedangkan bulan Januari bisa mencapai 10-11 kantong per hari.

“Karena memang jumlah penderita DBD meningkat,” ujar Ketua UDD PMI Kabupaten Bojonegoro, Dokter Hernowo, Selasa (29/1/2019).

Meski permintaan trombosit mengalami peningkatan dua kali lipat, namun dalam pemenuhan tersebut bisa diatasi. Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Darah UDD PMI Bojonegoro Asep Saefudin mengatakan, bahwa stok trombosit selalu diupayakan siap sedia.

Setiap harinya ada stok trombosit 30-an kantong. Jadi, apabila ada pasien DBD membutuhkan trombosit bisa segera tertangani. Namun, sayangnya belum ada rumah sakit yang memiliki tempat penyimpanan trombosit. Sehingga, disarankan, trombosit yang diambil dari PMI, harus langsung digunakan.

“Tempat penyimpanan trombosit itu berbeda dengan jenis darah seperti WB (whole blood) atau PRC (packed red cell), trombosit disimpan di suhu 20-23 derajat celsius dan harus digoyang-goyang di dalamnya,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Totok Ismanto mengungkapkan, data terkini, jumlah kasus DBD hampir 200 penderita se-Bojonegoro dan sebanyak 4 penderita dinyatakan meninggal dunia. “Sudah hampir 200 kasus, itu pun belum semua puskesmas melapor ke kami,” ujarnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar