Pendidikan & Kesehatan

Perkenalan STEAM untuk Pembelajaran Anak Usia Dini

Surabaya (beritajatim.com) – Program studi PG PAUD Universitas Narotama Surabaya mengadakan workshop bertajuk Proses Pembelajaran STEAM pada Anak Usia Dini, Kamis (16/01/2020).

STEAM adalah Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics. Muatan pembelajaran STEAM adalah pengembangan dari STEM yang berasal dari Amerika dan menyebar serta berkembang dengan penambahan elemen.

Workshop tersebut dibuka oleh Heri, selaku Penilik PAUD Kota Surabaya. Heri menekankan atas perubahan yang selalu ada, salah satunya dalam proses pembelajaran.

“Guru harus tanggap dengan perubahan dan tidak kaget ketika ada muatan pembelajaran baru yang lebih baik. Sebaliknya, guru harus bisa menjadi bagian dari perubahan,” tuturnya.

Ia menambahkan, anak usia dini adalah masa emas untuk melatih, membiasakan, serta membentuk karakter. “Sehingga jika guru PAUD mengajarkan pengetahuan, maka hanya akan mengarahkan anak pada kehancuran. Bentuk dulu karakter mereka baru ajarkan pengetahuan dan bangun kreatifitasnya. Yang terpenting adalah jangan rampas masa bermain mereka,” tegas Heri.

Dr. Widya Ayu Puspita, M.Kes selaku pemateri utama dari BP PAUD dan Dikmas Jatim, mengajak 150 peserta workshop dari kalangan mahasiswa UNNAR dan guru PAUD untuk mendalami muatan pembelajaran STEAM.

“STEAM menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran dan gueu sebagai fasilitator dan motivator. Dalam STEAM, anak didorong untuk berpikir kritis dan berpartisipasi. Sehingga akan tumbuh rasa ingin tahu dari kemauan bertanya,” jelasnya.

Menurut Widya, STEAM adalah muatan pembelajaran yang sangat baik. Namun, banyak orangtua yang khawatir karena STEAM terdengar begitu berat untuk diajarkan pada anak usia dini.

“Tentunya muatan pembelajaran STEAM pada anak usia dini harus disesuaikan dengan usia mereka. Misalnya dari segi science, guru bisa membuat kegiatan sederhana dengan pengamatan binatang di sekitar mereka. Atau mengajak anak memindahkan air dari satu wadah ke wadah lain yang berbeda. Dari situ saja anak sudah akan belajar banyak lewat pengamatan dan prediksi serta penghitungan sederhana.” katanya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar