Pendidikan & Kesehatan

Perjuangkan Nasib Buruh, Tak Lupa Ingatkan Disiplin 3M

Massa aksi demo tolak UU Omnibus Law di Surabaya, Selasa (27/1/2020).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Memperjuangkan hak para buruh tak bisa ditinggalkan. Sebagai orang yang memperjuangkan hak buruh di garda terdepan, sejumlah aliansi atau kelompok buruh tetap harus tegap menyampaikan aspirasi. Terlebih aspirasi yang penolakan kebijakan pemerintah yang dirasa tak mendukung kesejahteraan para buruh.

Meski getol atau kental menyuarakan penolakan UU Omnimbus Law yang menjadi fokus isu nusantara, perwakilan kaum buruh terus menjaga massa supaya tak terkena penyebaran virus.

Salah satunya yang dilakukan oleh Lyan Widiya dari Serikat Pekerja Danamon dkk yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law Jawa Timur. Dia tanpa lelah menyuarakan 3M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

“Minimal kita mengingatkan selalu agar taat protokol kesehatan. Jaga jarak, pakai masker, dan rajin cuci tangan. Jadi kita harapkan supaya saat kita turun bisa terhindar dari virus Corona,” ucapnya kepada beritajatim.com, Rabu (28/10/2020).

Lyan dkk yang mewakili buruh di Jawa Timur merasakan bagaimana beratnya menyampaikan aspirasi. Oleh sebab itu, jika menyampaikan aspirasi kita juga harus jaga kondisi kesehatan. Supaya sampai kapan pun aspirasi itu belum didengar, sampai di situlah terus kuat mempertahankannya.

“Maka jika kita sama sehat dan menjaga kesehatan kita juga akan kuat menyampaikan aspirasi. Seperti menolak UU Omnimbus Law ini,” ucapnya.

Meski sempat menuai penolakan dan dirasa tak didengar, Lyan bersyukur karena para demonstran ini taat protokol kesehatan. Meski ada beberapa yang melanggar itu semua dirasa dalam kondisi terbawa suasana.

“Syukur kami tetap bisa jaga dan ingat pesan ibu. Minimal kita tetap memakai masker saat menyampaikan aspirasi di era pandemi virus ini,” pungkasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar