Pendidikan & Kesehatan

Peringati Sumpah Pemuda, UMS Berikan Apresiasi Untuk Mahasiswa Berprestasi

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) hari ini memberikan penghargaan dan apresiasi kepada ke enam mahasiswanya yang berprestasi dalam kejuaran Internasional baik dalam bidang akademik dan non akademik sebagai bentuk memperingati hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019).

Ke enam mahasiswa tersebut adalah Satriya Manggala Liastra, Ghois Qurniawan, Rasyidi Nur Aldebaran, Ilham Muhammad Kevin, Rahmad Adi Mulyanto, Fathur Roji. Keenam mahasiswa ini menjadi wakil dari 6 kejuaraan Internasional yang diselenggarakan selama tahun 2019 ini.

Satriya Manggala Kuartet berhasil meraih medali emas di ajang WINTEX 2019 dengan produk inovasi yang Ia buat bersama timnya dengan judul Goldarhes. Sebagai mahasiswa fakultas kedokteran, Satriya membuat Goldarhes sebagai produk inovasi alat tes golongan darah dan rhesus yang berbasis android dan sensor cahaya yang bisa menjadi solusi di daerah bencana.

Inovasi dibidang kesehatan lainnya juga datang dari mahasiswa fakultas kedokteran. Ilham Muhammad Kevin bersama tim membuat inovasi SWIPE (Smart Wireless Stethoscope) yakni produk inovasi media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat mendengarkan dan meinterpretasikan suara detak jantung secara bersama-sama sehingga meminimalisir perbedaan persepsi.

Produk SWIPE ini dilombakan di ajang WINTEX 2019 dan mendapatkan medali emas. Selain itu, SWIPE menjadi satu satunya produk inovasi dari Indonesia yang mendapatkan special award dari IFIA (Internasional Federation of Inventor’s Association).

Ada pula, Rasyidi mahasiswa Teknik Elektro yang meraih juara 3 di event International Location and Convention Challenger via Exhibition 2019 di Malaysia dengan produk yang ia beri nama Vena Viewer (Deteksi Pembuluh Vena Portable) yakni sebuah inovasi alat yang mempermudah dunia medis untuk mendeteksi pemburuh darah pasien.

Selain menjadi juara dibidang kesehatan, UMS juga berjaya di bidang teknik, berkat Ghois Qurniawan mahasiswa teknik elektro yang membuat Lentera Fotosintesis, yakni sebuah produk inovasi dibidang modern agrikultura. Produk Lentera Fotosintesis ini berhasil meraih medali emas di acara National Research Countil of Thailand 2019. Alat ini memiliki fungsi untuk mempercepat tumbuhan tanaman serta dapat digunakan pada tanaman musiman agar dapat panen sepanjang tahun.

Dalam bidang non akademik UMS juga patut berbangga, pasalnya dua mahasiswanya berhasil meraih juara di bidang panjat tebing internasional. Yakni, Fathur Roji, mahasiswa Manajemen berhasil meraih juara 2 di Rock Domination 2019 di Thailand. Juga Rahmad Adi Mulyono yang mencatat rekor dunia di event IFSC Belimbing Youth World Championships 2019 di Itali dan menjadi juara 3 untuk speed world record.

Rektor UMS, Dr dr Sukadiono M M mengatakan bahwa apresiasi ini merupakan bagian dari upaya UMS dalam menjadikan kampusnya sebagai kampus sejuta inovasi. UMS punya kebijakan khusus bagi mahasiswa berprestasi internasional maupun nasional berupa beasiswa spp dari 1 semester hingga 1 tahun tergantung kejuaran yang dimenangkan.

“Kita punya program inovasi mahasiswa yang nantinya dilombakan di tingkat universitas. Mereka mendapatkan pembinaan dan bimbingan oleh dosbim. Di pekan inovasi mahasiswa diambil 13 inovasi. Ada insentif, disiapkan Hak Kekayaan Intelektualnya,” ungkap dr Sukadiono.

Program inovasi mahasiswa ini sudah berjalan 2 tahun dan untuk tahun ini terkumpul 70 inovasi mahasiswa. Dr Sukadiono mengharap agar lebih banyak mahasiswa yang membuat inovasi. Ia juga mengatakan bahwa mahasiswa berprestasi mendapatkan perlakuan khusus terkait absensi. Sehingga tidak ada lagi hambatan untuk terus belajar dan berkarya.

“Karena perjuangan pemuda saat ini adalah berkarya, berinovasilah untuk terus berjuang mengharumkan nama bangsa,” pungkasnya mengingatkan mahasiswa arti Sumpah Pemuda.[adg/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar