Pendidikan & Kesehatan

Peringati Sumpah Pemuda, Alumni Ubaya Sumbang Ambulan

Surabaya (beritajatim.com) – Semangat persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa yang berdaulat juga turut dirasakan alumni Universitas Surabaya (Ubaya). Menjalin sinergitas dan menjadi satu bagian penting untuk memajukan dan mendukung almamater menjadi peran dari alumni.

Dengan menyadari bahwa kesehatan memainkan peran penting untuk menjadi manusia Indonesia yang berdaulat atas dirinya untuk selanjutnya mampu menjalin persatuan dan mampu berkarya bagi bangsanya, maka pada momen peringatan persatuan dan kesatuan Indonesia, saat usai upacara Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019, alumni Ubaya melalui wadah Ikatan Alumni Universitas Surabaya (Ika Ubaya) mempersembahkan satu unit ambulance bagi almamater tercinta, Universitas Surabaya, melalui gelaran drama singkat bertajuk layanan kesehatan kondisi kegawatdaruratan medik pra rumah sakit yang cepat, dan baik untuk civitas akademika Ubaya dan masyarakat sekitar.

Ambulance gawat darurat atau dikenal dengan type 118 diserahkan langsung oleh Ketua I Ikatan Alumni (IKA) Ubaya, Drs. Ec. Erwin Haricahyo Poedjono kepada Rektor Ubaya, Ir. Benny Lianto, MMBAT. Acara penyerahan ambulance yang dikemas melalui drama singkat digelar pada Senin (28/10/2019) di Lapangan Perpustakaan, Kampus Ubaya selepas upacara peringatan Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019 yang dilaksanakan pada pagi harinya.

Upacara dihadiri seluruh mahasiswa baru periode 2019/2020, civitas akademika Ubaya, jajaran pimpinan Ubaya, Yusrambono S.H. M.Si. selaku Sekretaris Yayasan Ubaya, perwakilan pengurus IKA Ubaya, dan perwakilan masing-masing pengurus IKA Fakultas Ubaya.

Satu unit ambulance persembahan alumni Ubaya bagi almamater tersebut, secara khusus dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan Klinik Pratama Ubaya dalam menangani pasien gawat darurat pra rumah sakit. Drs. Ec. Erwin Haricahyo Poedjono selaku Ketua IKA Ubaya menjadi perwakilan dalam prosesi tersebut.

“Penyerahan ambulance kepada Ubaya bertujuan untuk memfasilitasi dan menunjang kebutuhan praktik Klinik Pratama Ubaya dalam mengevakuasi mahasiswa, sivitas akademika maupun pasien masyarakat umum yang sedang sakit atau dalam kondisi gawat darurat untuk dirujuk ke rumah sakit sehingga dapat diberikan pertolongan medis dengan cepat” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Persembahan ambulance ini merupakan hasil dari pemikiran dan partisipasi aktif dari seluruh alumni Ubaya. “Pada awalnya kami (alumni Ubaya) melihat bahwa Klinik Pratama Ubaya belum memiliki mobil ambulance. Jika ada mahasiswa yang sakit, mereka tidak dibawa dengan ambulance tetapi mobil operasional universitas. Hal tersebut yang mendorong kami ingin mengoptimalkan pelayanan kesehatan untuk mahasiswa maupun masyarakat sekitar dengan mewujudkan adanya ambulance di Ubaya,” ungkap Erwin, alumnus Fakultas Ekonomi Ubaya angkatan 1983.

Ambulance type 118 persembahan alumni dilengkapi dengan fasilitas medis penunjang sesuai standart internasional, dilengkapi pasien monitor (monitor jantung), alat defibrillator, oksigen sentral, tandu ambulance dengan roda lipat dan otomatis terbuka, serta dilengkapi daya 3000W dan ruang dalam ambulance yang cukup luas untuk mobilitas gerak petugas kesehatan dalam melayani pasien.

“Type mobil juga dipilih yang mampu memenuhi kebutuhan ambulance gawat darurat, serta cukup lincah memasuki area pemukiman dengan lebar jalan yang sempit, sehingga sesuai untuk daerah sekitar kampus Ubaya yang dikelilingi area pemukiman” ungkap Erwin.

Ambulance direncanakan tidak hanya melayani civitas akademika Ubaya yang sedang sakit, namun juga melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan. Persembahan ambulance kepada Ubaya nantinya akan dikelola langsung oleh Klinik Pratama Ubaya, yang diketuai oleh Dr. Retno Pudji Rahayu,drg.,M.Kes.

Acara penyerahan ambulance kepada Ubaya yang dikemas dalam bentuk drama singkat diperankan oleh mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Medical Rescue Ubaya. UKM Tari Ubaya juga menampilkan aktraksi tarian modern. Penampilan ini sebagai bentuk ucapan terima kasih sekaligus menjadi simbol semangat persatuan pemuda pemudi Ubaya, baik alumni maupun mahasiswa dalam mengoptimalkan pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.

“Kami berharap dengan adanya emergency ambulance ini maka pelayanan di Klinik Pratama Ubaya semakin optimal. Semoga ambulance dapat dimanfaatkan untuk kepentingan mahasiswa dan lingkungan sekitar. Selain itu, kami berharap ambulance dapat dirawat serta dikelola dengan baik oleh SDM (Sumber Daya Manusia) dan manajerial yang terbaik dan berkualitas, sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama,” pungkas Erwin, pria kelahiran Bondowoso tahun 1964.(adg/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar