Pendidikan & Kesehatan

Perbedaan Sukedom untuk Jalur Zonasi PPDB Dahulu dan Sekarang

Kabid Pembinaan SMP Dindik Ponorogo, Soiran (foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Ponorogo sudah dimulai hari ini (16/6). Seperti tahun sebelumnya, pendaftaran ini terdiri dari 3 jalur. Yakni jalur prestasi, afirmasi dan zonasi. Jalur zonasi menempati porsi paling banyak dibanding lainnya, yaitu 50 persen dari pagu.

Banyaknya pagu untuk jalur zonasi ini, sering diakali oleh sebagian orangtua supaya anaknya diterima di sekolah yang diinginkan. Yakni dengan membuat surat keterangan domisi (sukedom), dari kelurahan atau desa yang dekat dari sekolah. Meski sebenarnya yang bersangkutan tidak tinggal disitu. Untuk mengantisipasi kejadian seperti itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo mengambil kebijakan lain tentang sukedom dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk sekarang, sukedom hanya diberikan kepada anak-anak yang terdampak bencana alam maupun sosial. Selain itu juga dilengkapi dengan fakta integritas mulai dari RY RW hingga diketahui oleh lurah atau kepala desa. Dimana mereka menyatakan yang bersangkutan berdomisili minimal satu tahun.

“Berdasarkan Permendikbud nomor 1 gahun 2021, memang ada beberapa perbedaan mencolok terkait pola pelaksanaan PPDB. Salah satunya surat keterat domisili hanya diberikan kepada anak-anak yang terdampak bencana alam maupun sosial,” kata Kabid Pembinaan SMP Dindik Ponorogo, Soiran, Rabu (16/6/2021).

Soeran menceritakan untuk tahun lalu, sukedom sebagai salah satu syarat PPDB jalur zonasi hanya menerangkan bahwa anak tersebut benar-benar berdomisili disitu. Tidak ada keterangan anak yang terdampak bencana. Perbedaan lainnya, selain sukedom di jalur zonasi, perbedaan juga terjadi di jalur afirmasi. Jika dulu, jalur afirmasi diperuntukkan hanya bagi anak-anak keluarga kurang mampu, sekarang juga diperuntukkan untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus (Disabilitas).

“Untuk jalur afirmasi ini pagunya 15 persen. Sekarang selain untuk anak keluarga kurang mampu, juga untuk anak disabilitas,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, tahun ajaran baru bakal dimulai pada bulan Juli nanti. Saat ini, mulai dilakukan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Karena masih dalam masa pandemi, Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo pendaftarannya dilakukan secara online.

“PPDB untuk tingkat SMP, dimulai hari Rabu (16/6),” kata Kabid Pembinaan SMP Dindik Ponorogo, Soiran.

Soeran mengungkapkan PPDB tingkat SMP menggunakan 3 jalur pendaftaran. Yakni jalur prestasi, jalur afirmasi dan jalur zonasi. Untuk yang pertama dilakukan PPDB jalur prestasi, jadwalnya pada tanggal 16-18 Juli 2021. Pada jalur ini, kuotanya 30 persen dari kuota pagu siswa di sekolah yang dituju.

“Dari 30 persen jalur prestasi itu, sebanyak 10 persen dari prestasi akademik rata-rata rapor dan 20 persen dari prestasi non akademik. Pengumuman untuk jalur ini dilakukan pada tanggal 21Juni,” katanya.

Selesai PPDB jalur prestasi, kemudian dilakukan PPDB jalur afirmasi dan perpindahan orangtua. Dalam jalur ini, jadwalnya dimulai tanggal 22-26 Juni 2021. Kuota untuk jalur afirmasi dan perpindahan orangtua masing-masing 15 persen dan 5 persen. Dalam periode ini, tenggat waktu yang diberikan untuk pendaftaran, verifikasi dan validasi panitia PPDB sekolah.

Sementara untuk jalur zonasi akan dilaksanakan pada tanggal 22-26 Juli 2021. Dalam jalur ini, kuota pagunya paling tinggi, yakni hingga 50 persen. Zonasi yang digunakan adalah wilayah Kabupaten Ponorogo. Jadi penghitungannya jarak tempat tinggal calon peserta didik dari sekolah yang akan dituju. Maka hasil jarak tersebut diranking untuk menentukan siapa yang lolos di jalur ini. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar