Pendidikan & Kesehatan

Peralatan Medis Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bojonegoro Pas-pasan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi penderita Corona Virus Disease (Covid-19).

Pihak rumah sakit sudah menyiapkan sejak awal, baik dari segi penanganan terhadap pasien maupun alat pelindung diri (APD). Alat pelindung diri yang dimiliki pihak rumah sakit dinilai cukup jika tidak ada pasien yang berlebihan.

“Seumpama pasien ada sekarang masih cukup, tapi kalau pasien berlimpah ya tidak akan cukup,” ujar Humas RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Thomas Djaja, Senin (23/3/2020).

Di RSUD Bojonegoro disediakan satu ruang untuk ruang isolasi bagi pasien corona. Hingga minggu kemarin, jumlah pasien yang sudah melakukan pengecekan sebanyak 10 orang kiriman dari rumah sakit lain yang sudah dinyatakan negatif corona.

“Setiap pasien beda penanganannya, dan tidak bisa diketahui. Pertama di UGD, kemudian di ruang isolasi, dicek sakit apa dan penyakit penyertaan, ditrecking pernah bepergian dari luar (kota mana), pernah kontak dengan orang-orang yang sakit atau tidak, kemudian dicek.
Kalau tidak ada riwayat pernah bersinggungan dengan yang sudah positif maka diisolasi secara mandiri sepanjang 14 hari,” terangnya.

Thomas Djaja mengatakan, pihaknya mengaku masih bisa menambah ruang isolasi kembali jika diketahui jumlah pasien bertambah. Namun, penambahan yang dilakukan hanya mampu menampung maksimal enam orang.

“Seharusnya pemerintah harus memberi dukungan kepada dokter untuk memberi kelengkapan APD, vitamin maupun sarung tangan,” harapnya.

Sementara, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanan dihubungi wartawan beritajatim.com belum memberi jawaban hingga berita ini ditulis. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengungkapkan, saat ini tahap yang dilakukan Pemkab Bojonegoro masih tahap pencegahan.

“Pemkab bersama dengan Polres, Dandim 0813, seluruh kecamatan melakukan kerjasama dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” terangnya.

Sementara Nurul Azizah mengatakan, Pemkab Bojonegoro sudah mengusulkan agar ada penambahan APD bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Namun, menurutnya distributor penyedia APD yang dihubungi Pemkab Bojonegoro belum mampu menyediakan barangnya.

“Pemkab berharap ada penambahan APD, Pemkab sudah mau membeli tetapi distributor tidak ada barangnya. Kemungkinan besok baru ada stok,” pungkasnya.

Diketahui, data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro per 22 Maret 2020 ada sebanyak 23 orang dalam pemantauan (ODP). 23 orang yang ODP itu tersebar di 10 kecamatan. Diantanya Kecamatan Kasiman, Purwosari, Ngambon, Kalitidu, Trucuk, Dander, Bojonegoro, Balen, Sumberejo dan Kecamatan Sugihwaras. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar