Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Penyelenggaraan Haji 2022 Belum Pasti, Ribuan CJH Lamongan Divaksin Booster

Calon Jemaah Haji (CJH) di Kabupaten Lamongan saat menjalani vaksinasi booster, di Dinkes Lamongan, Kamis (27/1/2022)

Lamongan (beritajatim.com) – Meski saat ini belum ada keputusan terkait penyelenggaraan Ibadah Haji 2022, para Calon Jemaah Haji (CJH) di Kabupaten Lamongan telah bergegas menjalani vaksinasi booster, Kamis (27/1/2022).

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Lamongan, Banjir Sidomulyo mengatakan, bahwa vaksinasi booster ini diperuntukkan bagi CJH yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua.
“Jumlahnya sekitar 1.118 orang. Tapi ini data masih berjalan, belum fix,” kata Banjir, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/1/2022).

Lebih lanjut, Banjir menyampaikan, vaksinasi booster untuk CJH ini digelar di beberapa tempat, yakni di Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan dan di sejumlah Puskesmas. Di antaranya, Puskesmas Turi, Kedungpring dan Puskesmas Paciran. “Vaksinasi booster untuk CJH ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu hari ini dan Jumat besok,” tuturnya.

Selain itu, Banjir juga membeberkan, kebijakan penyelenggaran Haji masih belum diputuskan. Menurutnya, naiknya kasus Covid-19 di beberapa negara belakangan ini menjadi salah satu pertimbangan yang mempengaruhinya. “Selain itu, yang dijadikan pertimbangan itu termasuk kebijakan Pemerintah Arab Saudi, karena kita tidak sendiri dalam menyelenggarakan ibadah haji ini, tapi berkaitan dengan negara lain,” ungkapnya.

Mengenai kuota CJH di Kabupaten Lamongan, Banjir mengaku, pihaknya belum mengetahuinya secara pasti, apakah tetap sama seperti sebelum pandemi Covid-19 atau akan dikurangi. “Kalau merujuk kuota terakhir saat situasi normal itu ya 1.646 untuk Lamongan. Adapun nanti ketika sudah ada kebijakan pemberangkatan, baru diketahui entah itu 100 persen kuota atau akan dikurangi karena pertimbangan tertentu, misalnya karena bahayanya Covid-19 terutama varian Omicron,” akunya.

Ditambahkan Banjir bahwa kebijakan pemberangkatan CJH tersebut nantinya juga bakal disertai dengan sejumlah aturan baru, yang tentunya disesuaikan dengan kondisi yang ada. “Kalaupun dikurangi, nanti pasti ada teknis untuk kriteria yang berangkat,” ucapnya.

Terakhir, Banjir berharap, pelaksanaan ibadah umrah yang telah kembali berjalan dapat menjadi bahan evaluasi oleh pihak terkait, untuk kemudian dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan terkait pemberangkatan haji 2022 mendatang.

“Untuk umrah, pemerintah telah memberangkatkan 1.400 lebih. Mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagaimana plus minusnya. Mudah-mudahan zero insiden terkait paparan Covid-19, sehingga nanti semua pihak, baik Pemerintah Arab Saudi maupun negara lainnya yakin untuk menyelenggarakan ibadah haji di tahun 2022,” pungkasnya. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar